Saat ini, kata Syafrudin, Pemkot Serang tengah menargetkan pemberian kadeudeuh bagi guru honorer. Dari 3.000 guru honorer, sebanyak 2.000 guru honorer sudah diberikan uang kadeudeuh sebesar Rp200 ribu per bulannya. “Kesejahteraan sudah saya kemukakan, di Kota Serang ada nilai lebih, selain honor dari sekolah masing-masing, juga ada kadeudeuh. Seribu lagi itu PR kita, jadi 2023 bisa kita tingkatkan,” terangnya.
Syafrudin berharap kualitas pendidikan di Kota Serang terus meningkat. Sehingga peserta didik semakin pintar dan cerdas serta siap menjadi generasi penerus. “Kami menutut peningkatan kualitas pendidikan agar sama dengan pemerintah daerah lain yang sudah maju. Memang di Kota Serang bukan belum maju, tapi secara nasional itu masih jauh,” terangnya.
Kepala Dindikbud Kota Serang Alpedi mengatakan, guru berstatus ASN tiap tahun berkurang. Ada tiga penyebabnya, yaitu pensiun, pindah tugas dan meninggal dunia. “Yang jelas dari 2018 hingga 2020 generasi kelahiran 1961, 1962 itu sudah habis semua, kemudian 1963 setahun lagi, jadi 2023 sudah tidak ada lagi. Berarti tinggal yang muda, guru gak ada yang masuk yang pergi banyak,” katanya.
Kata Alpedi, selai guru honorer, di Kota Serang kekurangan guru ASN terbantu oleh P3K. Sejak 2020 hingga saat ini ada sebanyak 280 guru berstatus P3K di Kota Serang. “Sisanya berangsur P3K bisa diisi setiap tahun, untuk mengisi kekurangan 2.000 guru itu,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, pihaknya bersama Pemkot Serang sudah sepakat akan meningkatkan nilai kadeudeuh melalui Perwal. “Saya minta Walikota melalui Sekda agar segera mengubah dan meningkatkan kadeudeuh tentunya disesuaikan dengan kemampuan APBD,” terangnya
Kata Budi, guru honorer bekerja dengan ikhlas untuk mencerdaskan bangsa, meskipun kesejahteraannya jauh dibanding dengan ASN. “Saya apresiasi, kita akan berjuang maksimal di 2023 kita berjuang untuk bantuan dari APBD,” ungkapnya. (fdr/nda)











