CIKULUR – Gedung Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ar-Ribathiyah di Kampung Tegal, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, rusak berat, akibat longsor, pada Sabtu (27/11). Dinding ruang kelas roboh dan retak-retak, sehingga membahayakan keselamatan para siswa dan guru yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).
Informasi yang dihimpun Radar Banten, hujan deras yang mengguyur wilayah Cikulur dan sekitarnya mengakibatkan tebing di belakang sekolah longsor. Kondisi tersebut terjadi dua kali. Longsor pertama terjadi pada 20 November lalu dan menyebabkan dinding ruangan madrasah ambruk. Pada 27 November, longsor kembali terjadi dan mengakibatkan dinding bangunan retak-retak.
Para siswa yang sedang belajar langsung berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri. Untuk itu, tidak ada siswa dan guru yang luka-luka akibat kejadian tersebut.
Tenaga pendidik MTs Ar-Ribathiyah Razali Hamzah menginformasikan, ruang kelas yang rusak berat setelah diterjang longsor, yakni ruang kelas VIII B, kelas VIII C, dan ruangan pramuka. Kini, tiga ruangan tersebut tidak lagi digunakan untuk KBM dan kegiatan lainnya. Para siswa terpaksa diungsikan ke ruangan yang lain.
“KBM diungsikan ke ruang kelas yang lain. Itu pun belajarnya bergantian, karena kita enggak punya ruangan lagi untuk KBM,” kata Razali Hamzah kepada Radar Banten, kemarin.
Alumni Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) La Tansa Mashiro Rangkasbitung ini mengaku, KBM di MTs Ar-Ribathiyah terganggu. Karena itu, pihak madrasah sedang memikirkan cara untuk memperbaiki kembali bangunan madrasah yang rusak berat itu.











