Meskipun begitu, ia mengaku sudah berupaya untuk terus meningkatkan realisasi PAD. Salah satunya menggelar even pameran otomotif dengan menggandeng sejumlah dealer dan memberikan banyak promo. Selain itu, Pemprov Banten juga sudah memberikan banyak promo kepada wajib pajak agar mereka membayar pajak tepat waktu. “Misalnya bebas denda. Kami sudah berusaha,” lirih Opar.
Kepala Bidang Pendapatan Pajak Daerah Bapenda Provinsi Banten Ahmad Budiman mengatakan, untuk semakin meningkatkan realisasi PKB, pihaknya memperpanjang jam layanan. “Yang biasanya sampai sore, kami layani sampai malam,” ungkapnya.
Selain itu, Budi juga mengaku sudah menambah dua perusahaan sebagai wajib pajak air bawah tanah. Diharapkan dengan adanya penambahan wajib pajak, maka realisasi juga akan meningkat.
Kata dia, untuk BBN-KB, pihaknya memberlakukan insentif bagi kendaraan baru berbadan hukum yakni pengurangan pokok BBN-KB sebesar 10 persen. “Itu berlaku bagi kendaraan baru berbadan hukum seperti PT dan CV. Dan berlaku sampai 31 Desember,” ungkap Budi.
Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti mengatakan, dengan realisasi pendapatan yang tidak sesuai dengan target maka belanja daerah pasti menyesuaikan dengan pendapatan yang terealisasi. “Kami sedang kalkulasi dan memastikan agar aman,” ujarnya.
Namun saat ini pihaknya belum dapat mengungkapkan realisasi pendapatan dan belanja daerah karena masih dinamis. “Nanti ya tanggal 31 Desember,” tutur Rina. (nna/alt)











