SERANG-Pembangunan Jembatan Bogeg di Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang bakal tak rampung tahun ini. Pembangunan dengan nilai kontrak sebesar Rp165 miliar itu diperkirakan lewat tahun dan ditargetkan rampung pada pekan ketiga Januari mendatang.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengaku hingga saat ini progress pembangunan jembatan terlebar di Indonesia itu baru 79,6 persen. “Kontrak selesai tanggal 28 Desember 2021, sepertinya akan lewat tahun,” ujar Arlan usai membuka lalu lintas atau open traffic Jembatan Bogeg, Rabu (22/12).
Kata dia, kemungkinan pembangunan Jembatan Bogeg tak selesai sesuai kontrak karena banyak kendala. Meskipun pembangunan jembatannya akan rampung dan dapat dilalui kendaraan pada 29 Desember nanti, tapi untuk perapihan jembatan yang lama dan pemasangan ornamen akan mengalami keterlambatan.
Akibat keterlambatan itu, ia memastikan, pihak kontraktor yakni PT PP akan dikenakan denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pihaknya juga sedang diaudit probity oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. PT PP juga sudah menyanggupi untuk dikenakan denda. “Kami kasih kesempatan. Di aturannya kan dikasih kesempatan 50 hari. Dengan mempertimbangkan asas manfaat, kalau distop jadi tidak bermanfaat jembatannya,” terang Arlan.
Pada kesempatan itu, ia juga mengungkapkan, pembongkaran jembatan eksisting urung dilakukan. “Tidak jadi, jadinya ditata saja supaya bisa dimanfaatkan lagi. Ke depan akan dievaluasi lagi (apakah dibongkar atau tidak-red) karena bisa dimanfaatkan sambil dirapikan,” ungkapnya.











