Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kerawanan yang terjadi pada saat Nataru. Operasi ini dilakukan bertujuan untuk terjaminnya keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam merayakan Nataru.
“Terwujudnya situasi aman, kondusif selama Nataru,” kata Roemtaat.
Diungkapkan Roemtaat, telah melakukan pemetaan pengamanan khususnya di tempat ibadah saat momen Natal. Di wilayah Polres Kota Tangerang terdapat 22 gereja dan 40 toko tempat perayaan Natal. Kemudian, Polres Serang Kota 10 gereja.
“Polres Cilegon tiga rumah tempat perayaan Natal, Polres Pandeglang lima rumah atau ruko tempat perayaan Natal, Polres Lebak ada enam gereja dan tiga rumah yang dijadikan tempat perayaan Natal,” ungkap Roemtaat.
Sementara terkait selama libur Nataru pengamanan dilakukan di semua lokasi mulai tempat objek wisata, sentra ekonomi, kantor perbankan, permukiman, terminal dan pelabuhan. “Juga tempat-tempat lainnya yang berpotensi menimbulkan keramaian,” kata perwira menengah Polri tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Operasi Lilin Maung ini akan digelar bersamaan dengan pelaksanaan pemberlakuan ganjil genap.
Untuk pelaksanaan ganjil genap di wilayah Banten hanya diberlakukan di tempat-tempat wisata. “Ganjil genap dikhususkan ditempat wisata saja, maksimum masyarakat pengunjung hanya 75 persen,” tutur Roemtaat.











