“Kami telah melakukan analisa pada capaian dan performance SMK PK tahun 2021. Kemudian dari hasil evaluasi, kami kategorikan menjadi empat level. Masih ada yang berada di level satu dan dua, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Sedangkan yang paling mendominasi ada di level tiga dan empat, ini cukup menggembirakan. Kalau sudah di level empat, kami targetkan teaching factory sudah bisa mengimbas ke SMK lain, dan link and match sudah lengkap,” tuturnya.
Masih dikatakan Wikan, tujuan utama dari Program SMK PK Tahun 2022 adalah penguatan kemitraan dan keselarasan yang mampu memberikan impak keekonomian. SMK PK juga akan menjadi sekolah penggerak yang berperan sebagai rujukan serta memiliki semangat pengimbasan bagi kinerja SMK lainnya dengan pilar utamanya adalah merdeka belajar.
“Setiap SMK PK akan mendapat kucuran dana untuk melakukan penguatan pembelajaran berpusat pada kebutuhan kerja melalui teaching factory yang aktif memproduksi, peningkatan kapasitas SDM baik hard skills maupun soft skills, pengembangan kurikulum project based learning (PBL), serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana,” urainya
Dari sisi penguatan produktivitas dan ekonomi, lanjut Wikan, Program SMK PK difokuskan pada keahlian yang mendukung sektor industri dengan tren pertumbuhan prositif sehingga berpotensi tinggi di masa depan.
“Pada tahun ini kami memperkenalkan Skema Pemadanan Dukungan untuk meningkatkan kolaborasi yang terukur nyata dengan dunia kerja. Kamim akan mengerahkan industri agar memberikan dukungan yang lebih konkret, jadi tidak hanya paket link and match 8+i tetapi industri mau menyumbang anggaran pada pengampu SMK PK,” terangnya.










