Diakhir paparanya, Dirjen Wikan mengatakan, pihaknya akan memberikan bantuan dalam menjaring industri agar mau terlibat dalam Program SMK PK. Hal ini dilakukan melalui pertemuan dengan para industriawan, menjelaskan berbagai nilai tambah yang akan diperoleh guna meyakinkan industri.
“Tentunya kalau kita akan menambah SMK PK baru ditambah dengan 901 SMK PK sebelumnya. Tidak semuanya akan mendapatkan industri yang mau menggelontorkan anggaran yang besar, jadi kami kelompokkan jadi dua, ada SMK PK dan SMK PK Skema Pemadanan Dukungan. Program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan ini sebagai lanjutan kolaborasi bagi SMK yang memang siap,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten Tabrani mengatakan, di Banten ada 48 SMK yang mendapatkan program SMK Pusat Keunggulan (PK). Puluhan SMK PK itu, baik negeri maupun swasta tersebar di delapan kabupaten/kota yang ada di Provinsi Banten.
“Dengan ditetapkannya SMK PK di Banten, maka akan meningkatkan kompetensi siswa setelah lulus sekolah. Dan diharapkan bisa menyesuaikan dengan dunia usaha dan industri,” katanya.
Ia melanjutkan, SMK PK memang fokus kepada pemasaran lulusan. Melalui program dari pemerintah pusat itu, SMK mampu meningkatkan networking dengan industri, sehingga lulusannya akan mudah terserap oleh dunia usaha dan industri.
“Mulai dari kurikulum, PKL, uji kompetensi, magang guru, kelas industri, dan sebagainya. Sehingga ketika lulus, mudah terserap,” jelasnya. (den/air)










