SERANG – Program pembangunan yang jor-joran dilakukan Pemprov Banten di bawah kepemimpinan Wahidin Halim-Andika Hazrumy, ternyata tidak membuat warga Banten bahagia.
Berdasarkan Indeks Kebahagiaan 2021 yang dirilis BPS akhir tahun 2021, menempatkan Provinsi Banten sebagai daerah dengan indeks kebahagiaan paling rendah se-Indonesia tahun 2021. Indeks tersebut diukur lewat survei pengukuran tingkat kebahagiaan (SPTK) yang dilaksanakan 3 tahun sekali.
Dilansir dari bps.go.id, BPS telah melakukan kajian tentang tingkat kebahagiaan sebanyak tiga kali, yakni 2014, 2017, dan 2021. Adapun tujuan dilakukannya kajian Indeks Kebahagiaan sebagai ukuran pembangunan yang bersifat subjektif.
BPS menyebutkan ada tiga dimensi yang diukur dalam SPTK 2021, yakni kepuasan hidup (life satisfaction), perasaan (affect) dan makna hidup (eudaimonia).
“Indeks Kebahagiaan bertujuan untuk sebagai ukuran pembangunan yang bersifat subjektif ditawarkan guna melihat persepsi masyarakat tentang apa yang dirasakan dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” kata Kepala BPS, Margo Yuwono, dikutip dalam naskah publikasi Indeks Kebahagiaan 2021, akhir pekan lalu.











