Dari 34 Provinsi di Indonesia, Maluku Utara menjadi provinsi paling bahagia. sementara Banten menempati posisi terbawah, sebagai provinsi paling tidak bahagia di Indonesia. Berikut 10 provinsi dengan Indeks Kebahagiaan 2021 tertinggi di Indonesia yakni Maluku Utara (76,34), Kalimantan Utara 76,33), Maluku 76,28), Jambi 75,17 ), Sulawesi Utara 74,96), Kepulauan Riau 74,78), Gorontalo 74,77), Papua Barat 74,52), Sulawesi Tengah 74,46), dan Sulawesi Tenggara (73,98).
Sedangkan 10 provinsi dengan Indeks Kebahagiaan terendah tahun 2021, yaitu Sumatera Barat (71,34), Aceh (71,24), DKI Jakarta (70,68), Sumatera Utara (70,57), Nusa Tenggara Timur (70,31), Jawa Barat (70,23), Nusa Tenggara Barat (69,98), Papua (69,87), Bengkulu (69,74), dan Banten (68,08).
Menyikapi Indeks Kebahagiaan 2021 yang dirilis BPS, Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) Uday Suhada menilai wajar bila warga Banten paling tidak bahagia di Indonesia. Menurutnya, para pemimpin di Banten tidak kompak terutama gubernur dengan bupati/walikota, sehingga program pembangunan provinsi dan kabupaten kota tidak menjawab kebutuhan warganya.
“Penyebab utamanyasoal buruknya pola komunikasi antara pemimpin dengan rakyat. Banten didominasi oleh warga yang ada di perdesaan yakni petani, kemudian nelayan dan buruh di perkotaan. Silakan tanya buruh saat ini, saya yakin mereka sangat tidak bahagia, karena statemen gubernur yang tidak bijak. Bukan karena urusan UMK semata,” kata Uday kepada Radar Banten, Minggu (2/1).
Ia melanjutkan, gubernur selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah menjadi penentu bagaimana menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di Banten, sehingga harus sinergis tidak hanya dengan bupati walikota namun juga dengan unsur Forkopimda lainnya.
“Kalau antara pemimpin daerah saja tidak nyambung bahkan gak pernah komunikasi, apalagi dengan rakyatnya,” beber Uday.











