PANDEGLANG – Puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah (Mts) Matlaul Anwar, di Jalan Raya Nasional Ujung Kulon, Kampung Dayeuh Mangseuh, Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda darurat. KBM terpaksa dilaksanakan di tenda darurat karena bangunan gedung sekolahnya terancam ambruk pasca gempa bumi yang berpusat di Sumur, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.
“Jumlah siswa belajar di tenda darurat sebanyak 60 orang. Terdiri dari kelas VII C dan B,” kata Acang Sutisna Kepala Madrasah Mathla’ul Anwar Kertajaya 1, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Senin, 17 Januari 2022.
Acang menjelaskan, siswa terpaksa melaksanakan KBM di tenda darurat karena memang sebanyak dua ruang kelas dilarang untuk ditempati. Kondisi bangunan rawan ambruk pasca terjadi gempa bumi.
“Kemarin, Ibu Bupati (Irna Narulita), dan Menko PMK (Muhadjir Effendy) datang nengok ke sini. Dan minta dua bangunan untuk dikosongkan,” katanya.
Dua bangunan yang diminta untuk dikosongkan yaitu satu ruang kelas dan mushola yang biasa digunakan KBM. Sebagai gantinya untuk sementara menempati tenda darurat yang dipasang oleh pihak BNPB dan BPBD.
“Ukuran tenda darurat yang dipasang itu 6X12 meter. Kurang luas kalau untuk dua rombel, sehingga diharapkan ada penambahan tenda lagi,” katanya.











