Menurut Ayub, satu pekan pasca gempa magnitudo 66 di Kecamatan Sumur, BPBD Banten tetap melakukan pendataan di empat daerah yang terdampak bencana gempa.
“Kami sudah membentuk tim monitoring di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang. Verifikasi data dilakukan hingga akhir Januari nanti untuk menghitung kerusakan dampak gempa, agar penanganannya optimal,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala pelaksana PBD Banten Nana Suryana mengatakan, pihaknya masih melakukan proses pendataan untuk bahan laporan kepada Gubernur Banten.
“Kita masih mendata untuk memperoleh data pasti kerusakan akibat gempa maupun dampak lainnya,” katanya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, lanjut Nana, pihaknya terus melakukan mitigasi bencana, agar warga tidak panik saat terjadi gempa susulan.
“Mitigasi bencana terus kami lakukan, agar masyarakat tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa,” tegasnya.








