Menurut Subadri, upaya pengurangan kawasan kumuh itu dibuktikan melalui alokasi anggaran untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan dan drainase. Contohnya, pembangunan jalan lingkungan di Sayabulu, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang. “Makanya kami meninjau, untuk memastikan program yang telah dilaksanakan 2021 kemarin sudah selesai atau belum, pemanfaatan sejauh mana, apa yang kurang,” terangnya.
Kepala DPKP Kota Serang Nofriady Eka Putra menjelaskan, jalan di lingkungan Sayabulu memiliki panjang 367 meter dengan total anggaran Rp380 juta. “Cuma betonisasi saja. Ada empat lokasi yang kami bangun termasuk dengan drainasenya,” katanya.
Dijelaskan Nofri, seluas 163 hektare kawasan kumuh itu terdiri dari jalan, drainase, hingga ruang terbuka hijau (RTH) yang tidak terpelihara. “Ini akan diselesaikan sampai 2023, tahun ini ada Rp40 miliar itu bidang pemukiman, memang intervensinya khusus kawasan kumuh,” terangnya. (fdr/nda)











