“Jadi kebanyakan hubungan keluarga para tokoh terputus, mudah-mudahan dibuatnya film ini bukan hanya menjadi informasi saja tetapi bisa menyambungkan kembali anak keturunan para tokoh Geger Cilegon,” paparnya.
Diceritakan Bambang, awal pembuatan film Geger Cilegon, Lembaga Budaya Banten hanya memproduksi film pendek berdurasi 20 menit karena terkait biaya. Namun antusias masyarakat sangat tinggi untuk ikut terlibat dalam film.
“Alhamdulillah sambutan untuk turut ikut serta berperan pun semakin banyak. Saya juga sampai terkejut, akhirnya semua tokoh di Kota Cilegon ikut. Jadi akan lebih panjang lagi durasinya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan banyak yang mengharapkan pemutaran film Geger Cilegon bertepatan dengan hari jadi Kota Cilegon yaitu pada 27 April 2022.
“Saya kira itu masukan dan saran yang sangat bagus dan luar biasa, tetapi terkait pertimbangan-pertimbangan yang kita lihat ini kaitannya dengan proses syuting belum selesai karena setelah syuting proses ada editing setelah itu masih ada lagi dubbing atau pengisi suaranya di studio. Jadi apakah proses ini bisa terselesaikan pada saat sampai pada hari jadi Kota Cilegon atau tidak, kita mengalir saja,” tutur Bambang.











