Namun kendati demikian, kata Bambang, jika sampai hari jadi Kota Cilegon belum selesai. Ada satu momen penting yaitu pada 9 Juli tersebut merupakan hari peringatan terjadinya Geger Cilegon yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Cilegon.
“Jadi kita jangan sampai membuat sesuatu yang tergesa-gesa untuk menargetkan penyelesaian dalam pembuatan film, tetapi bagaimana kita mempersembahkan sesuatu yang maksimal meski pada hari jadi Kota Cilegon nanti belum selesai,” ucapnya.
Ia berharap, dengan dibuatnya film ini, mudah-mudahan sejarah bisa terangkat dan semoga ada produser yang mau menggarap versi full movie-nya. “Karena yang dibuat ini masih berupa episode dengan durasi satu jam per episodenya,” katanya.
Sementara itu, salah satu pemeran film Geger Cilegon Taufik Hidayat mengaku tertarik pada film Geger Cilegon karena kepedulian terhadap sejarah Geger Cilegon. “Peran saya di film ini sebagai Kyai Haji Sahid bersama dengan Bapak Kapolres Cilegon yang memerankan Haji Safiudin dari Leuwibereum beserta tiga Lurah dalam adegan rapat para ulama pada 8 Juli 1888,” tutupnya. (*)











