SERANG – Tahun ketiga penyebaran Covid-19 di Provinsi Banten tidak hanya membuat semua daerah masuk zona orange, namun juga menyebabkan angka kematian pasien Covid-19 mengalami peningkatan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, penyebaran Covid-19 varian baru Omicron atau gelombang ketiga pandemi telah menyebabkan 60 ribu lebih warga Banten terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga harus dirawat. Bahkan sepanjang 1 Januari hingga 24 Februari 2022 tercatat ada 119 pasien Covid-19 meninggal dunia.
Total jumlah warga Banten yang meninggal dunia sejak tahun 2020 hingga saat ini mencapai 2.812 orang.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, Ati Pramudji Hastuti, pada 31 Desember 2021 jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Banten sebanyak 2.693 orang. Namun bertambah 119 orang hingga 24 Februari 2022 sehingga total angka kematian akibat covid 2.812 orang.
“Pada awal 2022 tercatat lebih dari 100 pasien Covid-19 meninggal dunia di Banten. Dari 1 Januari hingga 23 Februari tercatat ada 114 pasien yang meninggal, namun hari ini bertambah lima kasus sehingga total ada 119 pasien Covid-19 yang meninggal,” kata Ati kepada wartawan, kemarin.
Ia melanjutkan, per 24 Februari 2022 masih ada 64.248 pasien Covid-19 yang masih di rawat, dengan kasus harian aktif sebanyak 3.354 kasus baru.
“Pada akhir Februari ini kasus penyebaran Covid-19 akibat varian Omicron terus mengalami penurunan, sejak terjadi puncak gelombang ketiga pada 17 Februari lalu yang kasus aktif hariannya mencapai 7000 kasus baru,” tuturnya.










