Terpisah, Ketua Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa meminta Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten yang dipimpin Gubernur Banten lebih bekerja keras untuk menekan kasus kematian pasien Covid-19 pada gelombang ketiga. Menurutnya, kebijakan PPKM jangan hanya fokus pada pembatasan kegiatan masyarakat namun pada pelayanan pasien Covid-19.
“Jangan sampai kasus kematian itu akibat pemerintah terlambat memberikan pelayanan kesehatan,” katanya.
Yeremia menambahkan, pada akhir tahun 2020 kasus kematian pasien Covid-19 di Banten tercatat hanya 566 kasus. Namun terjadi kenaikan akibat gelombang kedua pandemi, sehingga jumlah kasus kematian pasien Covid-19 menjadi 2.693 kasus. Lalu sekarang terjadi gelombang ketiga pada awal tahun 2022 sehingga jumlah pasien Covid-19 yang meninggal mencapai 2.812 kasus.
“Laporan penanggulangan gelombang ketiga Covid-19 dari Dinkes secara utuh belum kami terima, rencananya pada 2 Maret mendatang kami akan rapat koordinasi dengan Dinkes Banten,” urainya.
Politikus PDIP ini berharap, klaim Provinsi Banten telah melewati masa puncak Omicron atau pandemi gelombang ketiga sesuai fakta yang sebenarnya. Sebab berkaca pada gelombang kedua covid tahun 2021, justru penyebaran Covid-19 tahun kedua semakin parah, bukan hanya soal penyebarannya, namun juga angka kematiannya.
“Memang kalau memperhatikan satu pekan terakhir ini, Banten menunjukan pola penurunan kasus harian aktif. Semoga ini kabar baik agar Covid-19 segera usai dan tidak sampai terjadi lagi gelombang keempat,” pungkas Yeremia. (den/air)










