KRAMATWATU – Warga Kampung Dermayon, Desa Pamengkang, Kecamatan Kramatwatu terpaksa harus meninggalkan rumah lantaran terendam banjir. Mereka mengungsi ke bantaran rel kereta api untuk menghindari banjir.
Meski berbahaya karena sewaktu-waktu ada kereta api melintas, namun warga tak punya pilihan lain. Mereka membawa pakaian dan barang berharga yang masih bisa diselamatkan. Bahkan ada pula yang mendirikan tenda sederhana dari terpal dan bambu.
Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Kramatwatu Ade Hayati mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang. “Sangat miris ngungsinya sampai ke rel kereta,” Kata Ade kepada Radar Banten, Rabu (2/3/2022).
Dijelaskan Ade, warga yang mengungsi ke rel kereta sebanyak 50 kepala keluarga (KK). Pada Selasa malam, mereka ada yang memilih menetap di pinggir rel, ada yang dipindahkan ke masjid, ada pula yang mengungsi ke Rangkas Bitung menaiki kereta. “Pada mencar-mencar. Mungkin yang punya saudara di Rangkas mah mereka ngungsi ke sana,” ujarnya.
Ade mengaku, pihaknya sudah membangun posko dapur masak di Kantor Desa Pamengkang guna memenuhi kebutuhan pengungsi. (drp)











