SERANG – Selain curah hujan yang tinggi dan durasinya lama, penyebab banjir di Kota Serang pada Selasa (1/3/2022) lalu adalah tumpukan sampah. Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) membantah Bendungan Sindangheula menjadi penyebab banjir yang melanda Ibukota Provinsi Banten ini.
Kepala BBWSC3 I Ketut Jayada mengaku, pihaknya tengah melakukan pembersihan sungai dan sejumlah kawasan yang terdampak banjir di Kecamatan Kasemen, Kota Serang. “Hasil pembersihan itu, tumpukan sampahnya ya ampun. Kasur segala macam,” ungkap Jayada kepada Radar Banten, Sabtu (5/3/2022).
Kata dia, masyarakat selama ini memperlakukan sungai seperti keranjang sampah. Tadi, pihaknya melakukan pembersihan di jembatan Kasemen dan Perumahan Angsoka. Hasil sampah yang didapat juga menggunung.
“Ya itu ada dua, bisa dari sampah yang dibuang atau terbawa hanyut kemarin. Tadi malah ada spring bed yang rusak di tumpukan sampah,” ujar Jayada.
Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai yang mengakibatkan saluran sungai mengecil dan mampet, sehingga menyebabkan banjir. (Rostinah)











