“Saya rasa ekspor rumput laut ini memicu optimisme kita meski di tengah wabah Covid-19, sehingga kegiatan ekonomi masyarakat masih berjalan,” terang Maria, disela-sela menebar rumput laut di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Rabu 9 Maret 2022.
Maria berharap, aktivitas ekspor rumput laut akan turut menyumbang devisa di tengah dampak ekonomi akibat Covid-19 yang mempengaruhi kinerja ekonomi nasional.
Dia pun mengajak masyarakat pembudidaya untuk melakukan budidaya rumput laut dengan cara yang benar, sesuai dengan SOP yang ada. Tujuannya untuk menghasilkan produk rumput laut dengan kandungan agar (karagenan/alginate) yang bagus.
“Rumput laut punya peluang sangat mudah untuk dikembangkan karena biaya produksinya murah, dapat menyerap banyak tenaga kerja serta meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir,” terang Maria.
Sementara itu, Analisis Pasar Produk Perikanan, Hari Mahardika menjelaskan, budidaya rumput laut memiliki peluang penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Selain mampu meningkatkan peluang pekerjaan masyarakat pesisir Tangerang, rumput laut dapat dikonsumsi dengan mengolah menjadi berbagai bentuk panganan. Jika diekspor dapat mendatangkan devisa untuk negara.
“Kita berharap dengan datangnya Buyer dari Itali (buyer internasional) peluang untuk mengembangkan industri rumput laut dan peluang ini ditangkap oleh pengusaha lokal Tangerang, sehingga ekonomi yang berputar lebih maksimal untuk kemajuan masyarakat Kabupaten Tangerang. Dan akhirnya kesejahteraan masyarakat dapat terwujud,” tegas Hari.*
Redporter/Editor:Ahmad Lutfi











