Memet mengatakan, selama 20 tahun menjadi montir spesialis mobil bekas, ia tak pernah sekalipun mempromosikan bengkelanya seperti kebanyakan bengkel pada umumnya yang menyebar brosur, memberi diskon, atau mempromosikan di medsos. “Saya enggak pernah. Ya ketika ada yang datang mau servis, saya layanin. Kalau enggak ada. Saya ngopi aja di bengkel ini,” ujarnya tersenyum.
Memet mengatakan, perjalannya merintis usaha bengkel mobil diawali menjadi karyawan dari seorang bos yang memiliki bengkel. Bahkan jauh sebelum itu, ia adalah seorang penjual bubur ayam. Setelah mengetahui seluk beluk mesin mobil, ia kemudian berniat membuka jasa servis mobil secara mandiri. “Setelah saya rasa paham dan yakin, saya kemudiam mencoba membuka bengkel sendiri,” jelasnya.
Awalnya, ia membuka bengkel di sebuah ruko kecil bersama adiknya di bilangan Perumahan Islamic Village, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Setelah dua tahun, ia memutuskan pindah ke sebuah perkampungan yang tak jauh dari tempatnya dulu.
“Sempet konsumen nyari-nyari saya waktu pindah. Setelah tau, mereka bawa teman dan saudaranya untuk servis di sini juga,” ujarnya.











