Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang terus meningkatkan kinerjanya demi kondisi lingkungan yang lebih baik.
Tahun ini, DLH bakal membangun sistem pemantauan kualitas air di aliran Sungai Ciujung, serta menambah kampung iklim agar kondisi lingkungan lebih hijau dan asri.
Sistem pemantauan kualitas air berbasis Online Monitoring atau Onlimo, merupakan sistem pemantauan kualitas air secara online dan real time. Prosesnya, menggunakan unit sensor yang terintegrasi dengan unit data logger, unit transmisi data atau media komunikasi data, dan sistem database untuk pengelolaan data pemantauan.
Kepala DLH Kabupaten Serang Prauri mengatakan, Onlimo direncanakan dibangun di Kampung Dukuh, Kecamatan Kragilan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 1 miliar lebih.

Dengan adanya Onlimo di Sungai Ciujung, pihaknya bisa mengetahui kualitas air secara online. Sehingga ketika kualitas air melebihi parameter, kemudian dibandingkan dengan standar kualitas air yang layak dan aman, maka pihaknya bisa langsung memberikan warning kepada masyarakat.
“Kita bisa langsung memberi peringatan kepada warga agar tidak menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari,” katanya.
Selain itu, Onlimo juga menjadi indikator kinerja terkait kualitas air yang bisa membantu dalam pemantauan secara berkelanjutan.
“Selain bangunan untuk Onlimo, juga lengkap dengan alat pengecek kualitas air, sistem jaringan komunikasi dan informasi, serta yang lainnya,” terangnya.
MAKSIMALKAN KAMPUNG IKLIM
DLH Kabupaten Serang tahun lalu juga sudah membuat program kampung iklim di Kampung Sadanta, Kecamatan Cikeusal yang mendapat penghargaan tingkat nasional. Tahun ini pihaknya akan menambah lokasi kampung iklim di lima desa.
Kelima desa itu ialah Desa Margasari dan Desa Argawana di Kecamatan Puloampel, Desa Pelawad Kecamatan Ciruas, Desa Lontar Kecamatan Tirtayasa dan Desa Pamarayan Kecamatan Pamarayan. “Kelima kampung di lima desa itu nanti akan kami bina,” ujarnya.

Pembinaan tersebut, dikatakan Prauri, dalam rangka mengakomodasi kondisi lingkungan, pengolahan sampah, penghijauan, serta pemanfaatan lahan.
Sehingga, di kampung-kampung tersebut, akan tercipta kualitas udara yang bersih, serta lingkungan menjadi nyaman.
“Kami sudah menyosialisaskan ke warga di tiap-tiap kelompok program kampung iklim ini,” tuturnya.
Kemudian, DLH Kabupaten Serang juga terus konsentrasi pada penanganan sampah. Salah satu upayanya ialah dengan menambah delegasi pengelolaan sampah di kecamatan-kecamatan.
Jika sebelumnya ada tujuh kecamatan yang didelegasikan mengelola sampah secara mandiri, tahun ini ditambah delapan kecamatan lagi. Sehingga total keseluruhan ada 15 kecamatan yang mengelola sampah secara mandiri.
Ketujuh kecamatan yang sudah mulai mengelola sampah sejak 2018 itu ialah Kecamatan Cinangka, Anyar, Kramatwatu, Ciruas, Kragilan, Kibin, dan Kecamatan Cikande yang sudah berjalan dari tahun 2018.
Sedangkan delapan kecamatan yang akan mendapat delegasi pengolahan sampah tahun ini ialah Kecamatan Paburan, Waringinkirung, Baros, Pontang, Tirtayasa, Tanara, Ciomas, dan Kecamatan Padarincang.
“Namun, lantaran sarana dum truk kami terbatas, jadi baru dua kecamatan yang sudah mulai melakukan pengolahan sampah yakni Kecamatan Baros dan Pontang, keduanya kami beri fasilitas masing-masing dua unit alat angkut sampah, terdiri dari 1 dump truck dan 1 armroll,” katanya.
Prauri menegaskan, pihaknya akan terus berupaya semaksimal mungkin mewujudkan Kabupaten Serang bebas sampah dan lingkungan yang hijau dan asri. “Ini bukan hanya tugas kami, tapi juga tanggungjawab bersama, masyarakat harus gotong royong membenahi lingkungan,” pungkasnya. (adv)











