“Pemerintah kalah oleh pasar. Mana mungkin bisa mensejahterakan rakyat,” terangnya.
Perwakilan Kampus Univesitas Bina Bangsa M Faturrahman mengatakan, kegagalan pemerintah selanjutnya yakni kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 11 persen.
“Bahan pokok tak terkendali, langkah dan sekarang ditambah dengan kenaikan pajak,” katanya.
Kata Faturrahman, menariknya di tengah situasi ekonomi tak menentu ada sekelompok elite yang mewacanakan penambahan periodesasi masa jabatan presiden dan wakil presiden.
“Bagaimana rakyat tak marah, wajar bila hampir di seluruh wilayah, rakyat bergerak melakukan perlawanan,” katanya. (*)
Reporter : Fauzan Dardiri











