Kemudian juga mendorong bagaimana BSI untuk mendampingi pesantren-pesantren pendidikan juga untuk meningkatkan kapabilitas sehingga ekonomi keumatan menjadi nomor satu di dunia.
“Kita sangat beharap yang namanya ekonomi umat ini tidak seperti hari ini kenapa tidak seperti hari ini, kita nomor satu di dunia secara penduduk muslimnya,” katanya.
Akan tetapi tidak masuk dalam kekuatan ekonomi 10 besar dunia. Diantaranya Taiwan, Amerika dan Brazil.
“Artinya ada yang salah diantara kita. Artinya kita harus putar balikan bahwa kita menjadi bangsa yang produktif karena kita juga merupakan ekonomi umat yang terbesar di Dunia,” katanya.
Erick mengungkapkan, insyallah kalau umat belinya produk Indonesia dan halal, dan itu mengakibatkan ekonomi umat bisa bergerak selaras dengan keinginan untuk keseimbangan dari kesejahteraan secara menyeluruh.
“Tentu tidak kalah pentingnya pendidikan kita harus bisa memunculkan pemimpin-pemimpin Islam seperti dahulu lagi. Punya pimpinan yang punya pondasi keumatan yang baik, saya sangat mendorong bagaimana pendidikan-pendidikan Islam, atau pesantren harus menciptakan pemimpin-pemimpin masa depan,” katanya.
Di BUMN, diungkapkan Erick, sedang mendorong banyak program, salah satunya program santri magang di BUMN.











