Herayati dengan segala keterbatasannya mampu masuk ke perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yaitu di ITB sampai S2.
“Ini perlu kita apresiasi sekolah ini bahwa sekolah ini telah melahirkan bibit-bibit, generasi penerus bangsa Indonesia yang memang saat ini dibutuhkan. Kita harus mencetak bibit-bibit yang unggul untuk bersaing di dunia Internasional,” ujarnya.
Siswa-siswi yang baru lulus tidak boleh melihat dunia ini sempit, termasuk di dalam negeri kita. Indonesia negeri yang kaya raya, negara yang besar, berkepulauan, dengan penduduk beranekaragam etnis dan budaya.
“Sekarang kalau belum mampu mengisi ruang-ruang terbuka di dunia, tapi minimal juga yang ada di dalam negeri kita ini harus diisi oleh bangsa-bangsa kita sendiri, oleh anak-anak bangsa kita tidak boleh negeri ini diisi oleh orang-orang lain. Orang lain bukan tidak boleh datang, orang asing bukan tidak boleh datang tapi mereka menjadi mitra kita, mereka jadi partner kita, tapi seluruh kekayaan alam ini harus dinikmati oleh anak-anak negeri,” paparnya.
Reporter : Bayu Mulyana











