slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Sekam

Belajar dari Negara Kecil

Mashudi by Mashudi
29-06-2026 07:32:46
in Catatan Sekam
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Catatan Sekam

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Coba tanyakan kepada orang-orang di rumah. Adakah yang tahu Curaçao? Adakah yang tahu Cape Verde, atau Tanjung Verde?

Mung­kin sebagian akan menggeleng. Sebagian lagi mungkin mengira Curaçao adalah nama minuman. Atau tempat wisata. Atau pulau kecil yang jauh entah di mana.

Baca Juga :

Yang Tidak Ada di Foto

Dapur yang Paling Membutuhkan

Niat Besar yang Harus Dijaga

Hari Pertama yang Tidak Mudah

Padahal, dua nama itu tampil di Piala Dunia 2026. Curaçao menarik perhatian karena jum­lah penduduknya tidak sampai 200 ribu jiwa. Lebih kecil daripada banyak kecamatan di Indonesia. Cape Verde juga tidak besar. Penduduknya sekira 500 ribuan jiwa.

Di Indonesia, tidak ada satu pun provinsi dengan jumlah penduduk di bawah 500 ribuan. Termasuk provinsi-provinsi baru hasil pemekaran di Papua. Di situlah me­nariknya. Dua negara kecil itu membuat kita terpaksa menoleh. 

Mereka bukan negara maju. Bukan ne­gara kaya raya. Penduduknya pun tidak banyak. Tetapi mereka berhasil datang ke panggung yang selama ini hanya kita tonton dari layar kaca.

Curaçao memang tidak lolos dari pe­nyi­sihan grup. Mereka berada di Grup E bersama Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading. Tetapi kehadiran Curaçao saja sudah menjadi cerita.

Bayangkan sebuah negara kecil, yang jumlah penduduknya bahkan tidak sampai 30 persen Kota Serang, tiba-tiba namanya disebut dalam siaran Piala Dunia. 

Ben­deranya muncul di layar. Lagu kebang­saannya diputar. 

Para pemainnya berdiri sejajar dengan pemain-pemain dari negara besar. Mereka kalah, tetapi sudah terlanjur meninggalkan cerita.

Cape Verde melangkah lebih jauh. Negara kecil di Samudra Atlantik itu berada di Grup H bersama Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi. Dalam debutnya di Piala Dunia 2026, Cape Verde lolos ke babak 32 besar. Tidak terkalahkan di fase grup. Menahan imbang Spanyol. Menahan imbang Uruguay. Menahan imbang Arab Saudi. Bagi negara sebesar Cape Verde, itu bukan sekadar hasil pertandingan. Itu pesta nasional.

IMBANG: Duel pemain Cape Verde dan Spanyol. Cape Verde menahan imbang 0-0.

Mungkin bagi kita, lolos ke babak 32 besar hanya statistik. Bagi mereka, itu mungkin cerita yang akan diceritakan kepada cucu-cucu mereka.

Kita sering mengatakan Indonesia negara besar. Penduduknya lebih dari 280 juta jiwa. Artinya, jumlah penduduk Indonesia sekitar 560 kali lebih banyak dibanding Cape Verde. Bahkan lebih dari 1.500 kali dibanding Curaçao.

Kalau dihitung secara sederhana, peluang menemukan anak berbakat semestinya jauh lebih besar. Kita tidak kekurangan potensi. Lapangan sepak bola ada hampir di setiap desa. Anak-anak masih bermain bola setiap sore. 

Di jalan kampung, lapangan sekolah, tanah kosong, hingga gang-gang sempit. Liga profesional kita sudah berjalan bertahun-tahun. Klub-klub memiliki basis suporter luar biasa. Stadion penuh. Hak siar bernilai tinggi. Sponsor berdatangan. Uang juga bukan sedikit.

Memang tidak semua klub sehat. Tetapi dibanding Cape Verde atau Curaçao, kita jelas memiliki sumber daya yang jauh lebih besar.

Lalu mengapa Piala Dunia masih terasa begitu jauh bagi Indonesia?

Per­ta­nyaan itu layak terus diajukan. Bukan untuk saling menyalahkan. Tetapi agar kita tidak cepat puas hanya karena peringkat FIFA naik beberapa tingkat atau mampu memberi perlawanan kepada beberapa negara Asia. Kemajuan itu patut disyukuri. Tetapi mimpi kita seharusnya lebih besar daripada sekadar naik peringkat.

Faktanya, sejak pertama kali mengikuti kualifikasi Piala Dunia pada 1958, Indonesia belum pernah tampil. Satu-satunya catatan keikutsertaan terjadi pada 1938, saat masih bernama Hindia Belanda. Itu terlalu lama. Terlalu panjang untuk bangsa yang meng­aku sangat mencintai sepak bola.

Sementara itu, Jepang sudah menjadi langganan Piala Dunia sejak 1998. Korea Selatan sudah tampil belasan kali dan bahkan pernah mencapai semifinal. Arab Saudi berkali-kali lolos. Iran berkali-kali lolos. Australia hampir selalu hadir. Kini Uzbekistan ikut bergabung walau tidak lolos 32 besar.

Negara-negara itu tidak semuanya lebih kaya dari Indonesia. Tidak semuanya memiliki penduduk lebih banyak. Tetapi mereka mempunyai satu kesamaan. Mereka membangun dengan sabar. Mereka membangun akademi, memperbaiki kompetisi, menyiapkan pelatih, dan menjaga sistem tetap berjalan, siapa pun ketua federasi dan pelatih tim nasionalnya. Mereka tidak sibuk mengejar kemenangan hari Minggu. 

Mereka menyiapkan kemenangan sepuluh tahun kemudian. Di situlah mungkin letak pelajarannya. Kita tidak sedang kekurangan pemain. Kita sedang kekurangan sistem yang cukup sabar untuk menemukan, merawat, dan mem­besarkan mereka.

Sepak bola tidak cukup dibangun dengan keramaian. Tidak cukup dengan stadion penuh. Tidak cukup dengan suporter militan. Tidak cukup dengan komentar panjang setelah pertandingan selesai. Sepak bola dibangun dari hal-hal yang sering tidak terlihat. 

Dari latihan anak-anak yang tidak masuk televisi. Dari pelatih usia dini yang jarang disebut namanya. Dari akademi yang bekerja dalam sepi. Dari kompetisi yang rapi. Dari keputusan yang konsisten. Dari kesabaran yang tidak selalu mendapat tepuk tangan.

Jumlah penduduk bisa melahirkan banyak pemain. Tetapi hanya sistem yang baik yang melahirkan tim nasional. Cape Verde mengajarkan itu. 

Curaçao juga mengingatkan hal yang sama. Negara kecil pun mampu membuat dunia menoleh. Bukan karena luas wilayah­nya. Bukan karena jumlah penduduknya. Melainkan karena pres­tasinya.

Saya membayangkan malam ketika Cape Verde memastikan tiket ke babak gugur.

Orang-orang memenuhi jalan. Pawai ke­menangan. Bendera berkibar. Anak-anak berteriak. Orang tua, muda, ber­pelukan. Mungkin ada yang menangis. Bukan karena mereka menjadi juara dunia. Tetapi karena akhirnya mereka melihat nama negaranya berdiri sejajar dengan negara-negara besar. 

Itulah kemenangan yang sesungguhnya. Bukan sekadar lolos ke babak berikutnya. Melainkan berhasil membuat seluruh rakyat bersorak untuk tim negaranya sendiri. Bukan untuk Brasil. Bukan untuk Argentina. Bukan untuk Spanyol. Bukan untuk Inggris. Bukan juga untuk Prancis. Tetapi untuk Cape Verde.

Saya berharap suatu hari nanti, Indonesia merasakan malam seperti itu. Malam ketika jutaan orang turun ke jalan bukan karena tim favorit luar negeri menjadi juara. Melainkan karena Merah Putih berhasil berdiri di panggung terbesar sepak bola dunia. Karena cita-cita terbesar bangsa yang mencintai sepak bola bu­kanlah menjadi penonton paling fanatik. Melainkan menjadi peserta yang ditunggu dunia.

Mungkin kita memang tidak bisa me­nambah jumlah penduduk Cape Verde. Tetapi kita bisa belajar dari cara mereka membangun mimpi. Sebab pada akhirnya, Piala Dunia tidak pernah memilih negara yang paling besar. Piala Dunia memilih negara yang paling siap. Membangun. Bukan hanya berharap. (*)

Tags: Catatan Sekam
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Generasi Muda Dorong Kabupaten Tangerang Bertransformasi Jadi Pusat Inovasi Mandiri

Next Post

Kejutan! Kanada Singkirkan Afrika Selatan, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Berkat Gol Dramatis

Related Posts

Momentum Gerakan Kurangi Plastik
Catatan Sekam

Yang Tidak Ada di Foto

by Mashudi
Kamis, 25 Juni 2026 07:34

Bulan Juni ini, saya terlibat langsung da­lam tiga acara yang cukup besar. Tanggal 7 Juni, fun walk dalam rangka ulang...

Read moreDetails

Dapur yang Paling Membutuhkan

Niat Besar yang Harus Dijaga

Hari Pertama yang Tidak Mudah

Mas Amin dan Rasa Kopi

Saya Kalah oleh Panitia

Ketika Kejatuhan Dirayakan

Setelah Upacara Selesai

Belajar dari Panitia Kurban

Dari Pasar Senen ke Pasar Modal

Next Post
Kejutan! Kanada Singkirkan Afrika Selatan, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Berkat Gol Dramatis

Kejutan! Kanada Singkirkan Afrika Selatan, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Berkat Gol Dramatis

Usai Cetak Sejarah, Timnas Voli Putra Indonesia Melonjak ke Peringkat 43 Dunia FIVB

Usai Cetak Sejarah, Timnas Voli Putra Indonesia Melonjak ke Peringkat 43 Dunia FIVB

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Usai Cetak Sejarah, Timnas Voli Putra Indonesia Melonjak ke Peringkat 43 Dunia FIVB

Usai Cetak Sejarah, Timnas Voli Putra Indonesia Melonjak ke Peringkat 43 Dunia FIVB

Senin, 29 Juni 2026 08:25
Kejutan! Kanada Singkirkan Afrika Selatan, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Berkat Gol Dramatis

Kejutan! Kanada Singkirkan Afrika Selatan, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Berkat Gol Dramatis

Senin, 29 Juni 2026 08:21
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Belajar dari Negara Kecil

Senin, 29 Juni 2026 07:32
Generasi Muda Dorong Kabupaten Tangerang Bertransformasi Jadi Pusat Inovasi Mandiri

Generasi Muda Dorong Kabupaten Tangerang Bertransformasi Jadi Pusat Inovasi Mandiri

Senin, 29 Juni 2026 07:02
Lahirkan Generasi Muda Berintegritas, Wabup Iing Saksikan Pengukuhan Pemuda Muhammadiyah

Lahirkan Generasi Muda Berintegritas, Wabup Iing Saksikan Pengukuhan Pemuda Muhammadiyah

Senin, 29 Juni 2026 05:58
Stand Disparbud Pandeglang Juara Banten Festival 2026, Wisata Cikadu Jadi Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual

Stand Disparbud Pandeglang Juara Banten Festival 2026, Wisata Cikadu Jadi Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual

Senin, 29 Juni 2026 05:48
Usai Cetak Sejarah, Timnas Voli Putra Indonesia Melonjak ke Peringkat 43 Dunia FIVB

Usai Cetak Sejarah, Timnas Voli Putra Indonesia Melonjak ke Peringkat 43 Dunia FIVB

Senin, 29 Juni 2026 08:25
Kejutan! Kanada Singkirkan Afrika Selatan, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Berkat Gol Dramatis

Kejutan! Kanada Singkirkan Afrika Selatan, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Berkat Gol Dramatis

Senin, 29 Juni 2026 08:21
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Belajar dari Negara Kecil

Senin, 29 Juni 2026 07:32
Generasi Muda Dorong Kabupaten Tangerang Bertransformasi Jadi Pusat Inovasi Mandiri

Generasi Muda Dorong Kabupaten Tangerang Bertransformasi Jadi Pusat Inovasi Mandiri

Senin, 29 Juni 2026 07:02
Lahirkan Generasi Muda Berintegritas, Wabup Iing Saksikan Pengukuhan Pemuda Muhammadiyah

Lahirkan Generasi Muda Berintegritas, Wabup Iing Saksikan Pengukuhan Pemuda Muhammadiyah

Senin, 29 Juni 2026 05:58
Stand Disparbud Pandeglang Juara Banten Festival 2026, Wisata Cikadu Jadi Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual

Stand Disparbud Pandeglang Juara Banten Festival 2026, Wisata Cikadu Jadi Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual

Senin, 29 Juni 2026 05:48

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Usai Cetak Sejarah, Timnas Voli Putra Indonesia Melonjak ke Peringkat 43 Dunia FIVB

Usai Cetak Sejarah, Timnas Voli Putra Indonesia Melonjak ke Peringkat 43 Dunia FIVB

by Nurandi
Senin, 29 Juni 2026 08:25

RADARBANTEN.CO.ID – Keberhasilan Tim Nasional (Timnas) Voli Putra Indonesia menjuarai AVC Men’s Volleyball Cup 2026 tidak hanya mengukir sejarah sebagai...

Kejutan! Kanada Singkirkan Afrika Selatan, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Berkat Gol Dramatis

Kejutan! Kanada Singkirkan Afrika Selatan, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Berkat Gol Dramatis

by Nurandi
Senin, 29 Juni 2026 08:21

RADARBANTEN.CO.ID – Tim Nasional Kanada memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak