Kemudian, pada 2021, kasus stunting di Kabupaten Serang berhasil ditekan 12 persen sehingga menjadi 27,2 persen. “Pada 2024 kita punya target turun 14 persen,” kata Bupati Serang.
Karena itu, pihaknya meminta seluruh instansi harus terlibat dalam upaya penanganan stunting. Baik dari sisi pemenuhan pangan, air bersih, ekonomi, hingga pemenuhan infrastruktur.
“Semuanya harus berbagi tugas, sesuai dengan tugasnya masing-masing,” ujarnya.
Dikatakan Tatu, stunting bukan hanya berdampak pada tinggi badan anak yang tidak ideal, juga dapat berpengaruh pada perkembangan otak yang lambat.
“Ini sangat berbahaya bagi generasi kita, maka harus dilakukan upaya penanganan yang serius,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang drg Agus Sukmayadi mengatakan, pihaknya sudah menentukan 10 desa yang menjadi lokus penanganan stunting di tahun 2023.











