MOSKOW, RADARBANTEN.CO.ID – Dalam setiap peristiwa perang, selalu saja ada pihak yang diuntungkan maupun dirugikan. Baik keuntungan secara langsung ataupun tak langsung. Tapi, kalau soal kerugian, jelas kedua belah pihak pasti mengalami kerugian. Hanya soal besar kecilnya.
Begitu juga dalam perang Rusia vs Ukraina. Kabarnya hingga 100 hari pertama ini dilaporkan Rusia untung besar. Keuntungan Rusia bukan didapat dari medan perang langsung. Melainkan dari ekspor bahan bakar minyak, gas dan batubara hingga mencapai 98 miliar dolar atau setara Rp 1.440 Triliun.
Pendapatan sebesar itu justru dikumpulkan Rusia dari negara-negara barat yang tergabung dalam Uni Eropa (UE).
Mereka menjadi importir utama atas bahan bakar minyak, gas dan batubara dari Rusia. Padahal negara-negara barat selama ini menjadi pihak arus penentang perang Rusia dan Ukraina.
Data Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA), Senin 13 Juni 2022 menunjukkan UE menjadi importir utama bahan bakar minyak, gas dan batubara Rusia.
UE mengambil 61 persen dari ekspor bahan bakar minyak, gas dan batubara Rusia selama 100 hari pertama perang, senilai sekitar 60 miliar dolar AS.











