PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Di Kabupaten Pandeglang, ada salah satu gerai penjual es susu sapi beragam varian yang memiliki tampilan unik dan lebih menarik.
Sepintas, gerai itu tidak tampak seperti gerai penjual susu pada umumnya. Tampilannya ini lebih seperti tempat penjual Bahan Bakar Minyak (BBM).
Gerai minuman susu itu bernama Pertamilk ini berlokasi di Jalan Raya Serang-Pandeglang, Kelurahan Cadasari, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, tepatnya di depan Puskesmas Cadasari.
Gerai susu tersebut masih baru, dibuka pada tanggal 20 November 2023.
Pada gerai es susu tersebut, terdapat sebuah mesin dispenser berwarna merah layaknya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Akan tetapi, bukan BBM yang ada di dalamnya, melainkan susu.
Salah satu penjual Pertamilk,Eki Kurniawan, mengaku sengaja menggunakan konsep tersebut sebagai bentuk terobosan yang unik dalam menjalankan bisnisnya tersebut.
“Ya, kebetulan kita baru satu mingguan beroperasi di Pandeglang, motivasi awal kebetulan owner kami memiliki ide gagasan yang memang ini inovasi baru yang dibilang cukup unik,” ungkapnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin, 27 November 2023.
“Sebelum Pandeglang tertinggal seperti hybe kebanyakan, maka kami bawa mesin ini duluan ke Pandeglang sebelum kota-kota terdekat yang lain,” sambungnya.
Dikatakannya, pada minuman es susu yang unik ini memiliki beragam macam varian rasa yang bisa dibeli, biasanya kebanyakan ada dua pilihan best seller yaitu varian rasa cokelat dan red velvet.
“Kalau varian sendiri kita punya 10 macam varian rasa yang bisa dipilih, cuman yang paling banyak terjual itu varian rasa cokelat dan red velvet,” kata Eki.
Ia melanjutkan, untuk penjualan es susu layaknya seperti SPBU ini bisa terjual mencapai 30 sampai 35 cup atau gelas dalam satu hari penjualannya tersebut.
“Alhamdulillah untuk kunjungan setiap harinya 10 atau 20 orang dari awal buka sudah banyak yang minat, untuk minat pembeli sendiri kebanyakan dari kalangan pelajar bahkan sampai tingkat mahasiswa,” terang Eki.
Dari keuntungan penjualan Pertamilk ini, Eki Kurniawan bisa meraup omzet mencapai Rp 600 ribu per hari.
“Ya mereka kebanyakan merasa aneh melihat inovasi ini, bahkan mereka mengabadikan melalui story-nya sendiri,” tuturnya.
Salah satu pembeli, Nisa, mengatakan, dirinya baru pertama kali membeli es susu ini berada di Kabupaten Pandeglang dengan rasa penasaran yang aneh atau unik dari penjualan es pada umumnya.
“Iya saya ngeliat aneh juga adanya Pertamilk makanya saya mencoba untuk membelinya pertama kali ada di Pandeglang, terus rasanya juga enak harganya pun terjangkau cuma Rp 18 ribu per cup,” pungkasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agus Priwandono















