“TOT akan kami lakukan berjenjang, dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa. Kita rekrut kader dan menguatkan jaringan Partai Golkar hingga ke akar rumput,” ujarnya.
Ulum menambahkan, kekuatan setiap fungsionaris Partai Golkar yang akan menjadi calon anggota legislatif harus terukur. Dalam arti, harus membentuk jaringan pemenangan hingga ke RT/RW sebagai basis inti tempat pemungutan suara. “e-KTA ini bukan hanya pendataan kader, tapi juga menguatkan jaringan kader yang akan berjuang memenangkan Partai Golkar,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) Amrin Nur mengatakan, aplikasi e-KTA akan menjadi salah satu tolok ukur kinerja pengurus DPD kabupaten/kota dan para bakal calon anggota legislatif dari Partai Golkar. “Melalui e-KTA kita menyusun kekuatan secara kuantitas dan kualitas,” ujarnya.
Ia berharap setelah TOT e-KTA tingkat provinsi, DPD Partai Golkar kabupaten/kota menggelar kegiatan serupa. “Jika masyarakat ingin menjadi kader Partai Golkar, aplikasi e-KTA ini bisa dimanfaatkan, sekaligus bisa mengukur loyalitas kader dalam merekrut jaringan pemenangan. Sistem ini menjadi salah satu jalan kemenangan Partai Golkar pada pemilu tahun 2024,” ujarnya. (jek/bie)











