CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Hingga 21 Juni 2022 Pemkot Cilegon telah menyerap anggaran lebih dari Rp607 miliar.
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cilegon mencatat jumlah serapan tersebut jika dipersentasi telah mencapai 27,36 persen dari total anggaran belanja.
Kepala BPKAD Kota Cilegon Dana Sujaksani menjelaskan, di tahun anggaran 2022, total anggaran belanja sekira Rp2,221 triliun.
“Secara umum, belanja 27,36 persen, dibandingkan capaian belanja tingkat nasional, kita di tingkat pertengahan, dan di atas rata-rata. Nasional baru 21,92 persen,” ujar Dana, Kamis (23/6).
Menurut Dana, dibandingkan serapan nasional, realisasi serapan anggaran belanja sudah di atas rata-rata nasional.
Dikatakan Dana, kendati serapan anggaran cukup baik, menurutnya masih ada sejumlah kendala yang dihadapi pemerintah dalam penyerapan anggaran.
Pertama yang menjadi kendala adalah proses lelang sejumlah pekerjaan yang masih berlangsung.
Kemudian kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) diamana mewajibkan memakai produk lokal pun menjadi salah satu kendala.
“Yang mewajibkan memakai produk lokal 40 persen. Perlu penyesuaian ini kendala semua daerah bukan hanya di Cilegon,” ujarnya.
Dana berharap di triwulan ketiga terjadi percepatan penyerapan anggaran. Menurutnya setiap bulan walikota Cilegon pun melakukan evaluasi.
Selanjutnya, terkait pendapatan daerah, realisasi hingga 21 Juni lalu telah mencapai 34,17 persen dari target pendapatan.
“Target Rp1,761 triliun tercapai Rp601.877.136.119. Khusus pendapatan, saya optimis Cilegon bisa mencapai target ditetapkan,” ujar Dana. (bam/alt)











