Lebih lanjut diungkapkan Ali Nurdin, jika memang tetap ingin dipihakketigakan maka penunjukannya harus melalui proses lelang dan pengelolanya menyetorkan pendapatan asli daerah (PAD). Jika demikian, dirinya menyetujuinya karena membawa keuntungan secara finansial untuk Pemprov Banten.
“Kecuali diserahkan kepada swasta seperti dilelangkan, kemudian mereka berbayar kepada kita. Ini kan tidak ada nilai ekonomi buat kita kalau dipihak ketigakan, nanti yang ada repot karena uangnya juga dari kita,” ungkapnya.
Disinggung soal RANS Nusantara FC yang berminat ke BIS, Ia menilai kedatangan mereka bukan untuk menjadi pengelola BIS. Menurutnya, BIS hanya akan dijadikan sebagai basecamp RANS Nusantara FC. Meski demikian, hal itu juga baik karena akan mendongkrak perekonomian warga sekitar.
“RANS itu datang cuma ingin menggunakan stadion BIS untuk tempat basecamp nya dia, bukan untuk dikelola. BIS akan menjadi lebih dikenal, menjadi tujuan wisata,” tuturnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengaku, belum memutuskan siapa yang akan mengelola BIS ke depan. Ia juga mengungkapkan hingga saat ini belum ada regulasi yang dibuat Pemprov Banten terkait pengelolaan BIS.











