Entang mengungkapkan, dirinya menekuni ternak Domba Garut, selain menyalurkan hobi juga karena menguntungkan. Domba Garut dari segi postur tubuh, kata dia, juga besar sehingga harganya lebih tinggi dibanding domba biasa.
“Kemudian kalau dihitung dari biaya perawatan juga sama. Jadi saya lebih kepincut melihara Domba Garut ketimbang yang lokal, kalau dijual juga lebih cepat laku,” katanya.
Keuntungan lainnya dari memelihara Domba Garut adalah karena bisa dikonteskan, sehingga harganya semakin melambung tinggi jika pembelinya dari kalangan peminat kontes.
Entang mengaku, setiap bulan dirinya dapat menjual sebanyak 15 ekor kambing. Dengan harga jual kalau dirata-ratakan Rp3 juta maka satu bulan Rp45 juta.
“Alhamdulilah dari penghasilan penjualan bisa untuk keluarga dan juga membayar upah pekerja. Saat ini ada empat karyawan yang membantu menjalankan usaha ternaknya,” katanya.
Selain mempekerjakan empat orang karyawan, dirinya juga turut membantu menjualkan domba atau kambing dipelihara oleh tetangganya. Ada yang menitipkan sebanyak 15 ekor, ada yang 10 ekor dan 5 ekor.
“Jadi tetangga yang melihara kita bantu penjualannya. Apalagi menjelang Lebaran Idul Adha, maka kita tampung untuk memenuhi kebutuhan pesanan Kurban,” katanya.
Ketika memasuki bulan Kurban, dirinya dapat menjual sampai ratusan ekor. Dengan omset sampai ratusan juta rupiah.
Adapun tips memelihara Domba Garut, kata dia, sebetulnya sama saja dengan memelihara domba biasa dan kambing pada umumnya. Hanya saja memang yang paling utama adalah pemberian pakannya. “Pada intinya harus rajin, jaga kebersihan kandang dan pakan full jangan telat. Kalau kita biasa kasih rumput, ampas tahu dan konsentrat,” katanya. (mg-01/tur)











