LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Lebak optimistis daerahnya menjadi sentra domba Garut di Banten. Optimisme itu seiring dukungan Program Upland 2025.
Kepala Disnakkeswan Lebak Feby Hardian menyatakan Program Upland mendukung pengembangan peternakan rakyat. Program itu menyasar peningkatan produksi ternak domba.
Pada 2025, sebanyak 13 kelompok ternak menerima bantuan dari Program Upland. Setiap kelompok mendapat 40 ekor domba betina dan empat ekor domba jantan jenis Garut.
“Melalui Program Upland, 13 kelompok ternak menerima bantuan domba Garut,” kata Feby, Senin, 8 Desember 2025.
Program ini menargetkan peningkatan produktivitas peternakan. Pengembangan mencakup sektor on-farm hingga off-farm.
Selain itu, Feby menilai Program Upland mampu memperkuat ketahanan pangan dan mendukung swasembada daging di Lebak.
“Program ini mencakup usaha peternakan secara menyeluruh dari hulu sampai hilir,” ujarnya.
Pemerintah menyalurkan bantuan sebagai bentuk dukungan ekonomi masyarakat desa. Program ini juga mendorong peningkatan populasi domba Garut.
“Bantuan ini memperkuat ekonomi rumah tangga peternak,” kata Feby.
Saat ini, kebutuhan domba di Lebak masih bergantung pada pasokan dari Cianjur dan Garut, Jawa Barat.
Feby mencatat populasi domba di Lebak mencapai 57.804 ekor hingga September 2025. Populasi kambing tercatat 41.466 ekor.
“Setiap tahun populasi ternak terus meningkat meski belum signifikan,” ujarnya.
Disnakkeswan menargetkan Lebak mampu mencukupi kebutuhan domba secara mandiri. Pemerintah daerah juga ingin mendorong Lebak sebagai pusat pembibitan domba di Banten.
Editor: Aas Arbi











