Gejala Covid-19
Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apapun dan tetap merasa sehat. Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, rasa lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, pilek, nyeri kepala, konjungtivitis, sakit tenggorokan, diare, hilang penciuman dan pembauan atau ruam kulit.
Menurut data dari negara-negara yang terkena dampak awal pandemi, 40% kasus akan mengalami penyakit ringan, 40% akan mengalami penyakit sedang termasuk pneumonia, 15% kasus akan
mengalami penyakit parah, dan 5% kasus akan mengalami kondisi kritis. Pasien dengan gejala ringan dilaporkan sembuh setelah 1 minggu.19 Pada kasus berat akan mengalami Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), sepsis dan syok septik, gagal multi- organ, termasuk gagal ginjal atau gagal jantung akut hingga berakibat kematian. Orang lanjut usia (lansia) dan orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung dan paru, diabetes dan kanker berisiko lebih besar mengalami keparahan.20
Berdasarkan Panduan Surveilans Global WHO untuk novel Corona-virus2019 (COVID-19) tahun 2020, definisi covid-19 ini diklasifikasikan sebagai berikut:
Kasus Terduga (suspect case)
Pasien dengan gangguan napas akut (demam dan setidaknya satu tanda/gejala penyakit pernapasan, seperti batuk, sesak napas), dan riwayat perjalanan atau tinggal di daerah yang melaporkan penularan di komunitas dari penyakit Covid-19 selama 14 hari sebelum onset gejala.
Pasien dengan gangguan napas akut dan mempunyai kontak dengan kasus terkonfirmasi atau probable covid-19 dalam 14 hari terakhir sebelum onset;
Pasien dengan gejala pernapasan berat (demam dan setidaknya satu tanda/gejala penyakit pernapasan, seperti batuk, sesak napas dan memerlukan rawat inap) dan tidak adanya alternatif diagnosis lain yang secara lengkap dapat menjelaskan presentasi klinis tersebut.
Kasus probable (probable case)
Kasus terduga yang hasil tes dari covid-19 inkonklusif; atau Kasus terduga yang hasil tesnya tidak dapat dikerjakan karena alasan apapun.
Kasus terkonfirmasi yaitu pasien dengan hasil pemeriksaan laboratorium infeksi covid-19 positif, terlepas dari ada atau tidaknya gejala dan tanda klinis.
Kemudian klasifikasi menurut WHO (2020) pada pengendalian pendrita covid19 sebagai berikut: 23
Pasien Dalam Pengawasan (PDP)
Orang dengan Infeksi Saluran PernapasanAkut (ISPA) yaitu demam (≥38ºC) atau riwayat demam; disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/sesak nafas/sakit tenggorokan/ pilek/ pneumonia ringan hingga berat dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah yang melaporkan transmisilokal.24
Orang dengan demam (≥38ºC) atau riwayat demam atau ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak











