PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Berkah Kabupaten Pandeglang mengalami kerugian pada triwulan I 2022 Rp300 juta. Kerugian tersebut dampak dari kebocoran saluran pipa di Kecamatan Labuan, Mandalawangi, dan Pagelaran.
Kepala Bagian Keuangan Perumdam Tirta Berkah Kabupaten Pandeglang Hendi Kusmawan mengatakan, penyesuaian atau kenaikan tarif belum memberikan keuntungan signifikan kepada perusahaan.
“Hingga saat ini kita masih dalam keadaan merugi, kurang lebih Rp300 juta. Kalau akumulasi dari sejak Perumdam (sebelumnya bernama PDAM) berdiri sampai saat ini Rp11 miliar,” katanya kepada Radar Banten, Rabu (13/7).
Menurutnya, nilai kerugian Rp11 miliar berdasarkan hasil hitungan dari sejak berdiri hingga sekarang. Sedangkan dari Januari sampai April 2022 mengalami kerugian Rp300 juta.
“Penyebab kerugian ini diantaranya karena menanggung beban biaya perbaikan kebocoran pipa serta masih banyaknya tunggakan pelanggan,” ujarnya.
Besaran tunggakan pelanggan yang terbaru itu mencapai Rp500 juta. Sementara pendapatan perusahaan dari pelanggan belum mengalami kenaikan signifikan karena memang penyesuaian tarif tidak diberlakukan kepada semua pelanggan.
“Ada yang masih menggunakan tarif sosial. Tarif pelanggan sosial setelah penyesuaian dari harga Rp900 menjadi Rp1.800 per kubik,” jelasnya.
Sedangkan tarif rumah tangga naik Rp1.300 dari Rp2.457 menjadi Rp4.057 per kubik. “Kenaikan tarif itu sudah diberlakukan mulai 1 April. Namun untuk pendapatan belum naik siginifikan dari jumlah pelanggan 21.000 sambungan rumah (SR),” terangnya.










