SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – DPRD Banten melalui Komisi V meminta Pemprov Banten meminta penambahan kelas di SMA/SMK Negeri yang ada di Provinsi Banten. Penambahan itu diperlukan untuk menampung lebih banyak lulusan SMP yang masuk sekolah negeri.
Hal itu terungkap saat Komisi V DPRD Banten melakukan rapat koordinasi dan evaluasi PPDB online tahun 2022, di ruang rapat Komisi V, Rabu (13/7).
Menurut Ketua Komisi V Yeremia Mendrofa, berdasarkan hasil evaluasi PPDB online tingkat SMA/SMK Negeri secara umum sudah lebih baik pelayanannya dibandingkan tahun kemarin. Kata Yeremia, tahu ini tidak terjadi mati server atau server down yang menganggu proses PPDB se- Banten.
“Ada beberapa kasus di sekolah yang mengalami kendala, tapi bisa dilokalisir dengan pelayanan langsung melalui operator sekolah. Tentu kasus yang terjadi tahun ini menjadi bagian perbaikan ditahun berikutnya sehingga proses PPDB semakin bagus,” katanya.
Ia melanjutkan, antusiasme masyarakat Banten untuk daftar ke sekolah negeri tinggi, sedangkan daya tampung sekolah negeri terbatas. Sehingga wajar bila proses seleksi melalui empat jalur penerimaan tidak bisa memuaskan semua pihak, lantaran pendaftar ada yang lolos dan tidak lolos sesuai dgn syarat petunjuk teknis (juknis) dan perangkingan sesuai dengan kuota daya tampung sekolah.
“Memang hampir semua jalur ada yang dikeluhkan masyarakat, namun selama tidak aturan yang dilanggar kami rasa menjadi bahan evaluasi ke depan. Makanya kami minta jangka menengah dan panjang, Pemprov Banten segera menambah ruang kelas baru, bila membangun unit sekola baru butuh waktu lama dan biaya besar,” tegasnya.
Kendati mengapresiasi pelaksanaan PPDB 2022, namun Komisi V tetap menyampaikan aduan atau keluhan masyarakat kepada Dindikbud Banten selaku penanggungjawab PPDB.
“Ada sekira 70 persen lulusan SMP belum tertampung di sekolah negeri, ini harus dicarikan solusinya tanpa mengenyampingkan keberadaan sekolah swasta,” tegasnya.










