TIGARAKSA, RADARBANTEN.CO.ID – Meskipun Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat sekolah atas sudah selesai. Namun SMAN 18 Kabupaten Tangerang masih harus ekstra dalam menghadapi beberapa orang yang mengaku sebagai calon wali murid untuk bisa masuk di sekolah tersebut.
Ketua PPDB SMAN 18 Kabupaten Tangerang Tazriatun mengatakan, pihak sekolah baru saja memberikan edukasi kepada beberapa wali murid yang anak dan saudaranya tidak lolos seleksi PPDB di SMAN 18 ini agar ikhlas dan mengerti jika tidak lolos.
“Kami juga bekerja sebagai panitia atas dasar petunjuk teknis penerimaan siswa baru, dan karena memang calon murid yang tidak lolos seleksi karena nilainya tidak memenuhi syarat,” ujarnya, Rabu (13/7).
Menurutnya, banyak juga calon murid saat melakukan pendaftaran PPDB yang menggunakan jalur prestasi juga menggunakan sertifikat yang diduga palsu.
“Kenapa bisa diduga palsu, karena kami juga melakukan verifikasi terlebih dahulu kepada pihak terkait yang mengeluarkan sertifikat tersebut,” katanya.
Tazriatun menambahkan, dari 30 pendaftar yang menggunakan jalur prestasi, terdapat lima sertifikat prestasi yang di duga palsu. Bahkan saat dilakukan tes berdasarkan prestasinya, lima siswa tersebut tidak pandai dan bahkan tidak bisa sama sekali mempraktekkan kemampuannya.
“Nah usai kami teliti dan verifikasi kepada pihak yang bersangkutan dan dinyatakan palsu, kami langsung menggugurkan calon siswa tersebut,” tukasnya.
Senada, Kepala Sekolah SMAN 18 Kabupaten Tangerang Mariani mengungkapkan, pihak sekolah dalam PPDB telah sesuai dengan petunjuk teknis yang sudah ada, dan pihaknya akan memberikan keadilan bagi masyarakat.
“Kami juga telah melakukan mana yang layak diterima, dan mana yang tidak layak di terima oleh panitia PPDB SMAN 18,” tuturnya.
Mariani juga menambahkan, dirinya tidak mau membuat kebijakan yang menyalahi aturan, karena jika tidak memenuhi syarat maka patutlah mereka tidak bisa diterima di sekolah ini.
“Untuk tahun ini, SMAN 18 telah menerima 288 siswa baru dengan menggunakan delapan rombongan belajar,”pungkas Mariani. (Mul)











