TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten saat ini sedang fokus meningkatkan kepesertaan dari pekerja bukan penerima upah (BPU) atau pekerja informal.
Hal itu disampaikan Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten Yasaruddin saat dialog pada acara Media Press Gathering di Gading Serpong, Tangerang, Jumat, 15 Juli 2022. Acara yang diikuti sejumlah jurnalis di Banten ini bertema “Media Sinergi dan Harmoni Positif untuk Banten Satu Jawara Juara”.
Yasaruddin mengungkapkan, ada lima sektor prioritas yang menjadi sasaran peningkatan peserta BPU.
Pertama, pegawai non ASN. Kedua, guru dan tenaga kependidikan. Ketiga, pekerja transportasi. Keempat, petani dan nelayan. Kelima, pekerja rentan.
Agar target tercapai, kata Yasaruddin, pihaknya akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat program BPJS Ketenagakerjaan. Antara lain kepada peserta yang sudah mengajukan klaim.
“Yang klaim itu kita edukasi dan dia yang memiliki pekerjaan akan mendaftar kembali menjadi peserta,” ungkapnya.
Untuk pegawai non ASN di lingkungan Pemprov Banten, kata Yasaruddin, sudah masuk. Sedangkan untuk guru dan tenaga kependidikan non ASN masih dalam proses penganggaran.
“Untuk sektor pendidikan swasta, guru swasta, masih di-follow up di beberapa kantor cabang,” ungkap Yasaruddin.
Untuk pekerja transportasi, lanjut Yasaruddin, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan sudah ada beberapa kali pertemuan.
“Memang untuk lima sektor prioritas itu menjadi fokus kita untuk akuisisi kepesertaan di tahun 2022,” ungkapnya.
Mengenai jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan di Banten, Yasaruddin menyebutkan, berdasarkan data statistik usia pekerja yang ada di Banten sebanyak 5,6 juta, saat ini yang baru dapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 1,9 juta pekerja. “10 persennya peserta BPU,” ungkap Yasaruddin.
Padahal, lanjut dia, potensi pekerja BPU atau pekerja informal di Banten sebanyak 2,5 juta.
Mengenai acara media press gathering, Yasaruddin saat memberikan sambutan menilai media memiliki peran penting dalam membantu sosialisasi dan megedukasi masyarakat tentang program dan manfaat program.
“Media memberikan informasi yang akurat serta memberikan informasi yang sesuai dengan apa yang sudah dilakukan. Media sangat membantu kami dalam memberikan edukasi informasi kepada masyarakat di Provinsi Banten,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Serang Didin Haryono mengungkapkan, lima sektor prioritas untuk meningkatkan peserta sudah digarap.
“Contohnya para perangkat desa dan kepala desa di Lebak dan Pandeglang sudah banyak yang masuk. Mereka juga sudah merasakan manfaatnya. Kepala desa dan perangkat desa yang meninggal dunia, ahli warisnya dapat santunan Rp42 juta,” ungkap Didin.
Didin mengakui masih perlu sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK itu bukan hanya yang bekerja di pabrik saja. Para petani, nelayan, pedang, ojek online, juga harus masuk menjadi peserta secara mandiri,” ungkap Didin. *
Editor : Aas Arbi











