SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan pemeriksaan terakhir kasus suspek cacar monyet di Kota Cilegon, Provinsi Banten, hasilnya negatif. Namun demikian Banten siap siaga menghadapi potensi wabah cacar monyet.
Kasus suspek di Banten tersebut tercatat sebagai kasus suspek cacar monyet atau monkeypox ke-19 di Indonesia. Plt Gubernur Banten Al Muktabar memastikan Pemprov Banten melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) siap siaga menghadapi potensi wabah cacar monyet. Pihaknya pun senantiasa berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Saya sudah menugaskan OPD terkait untuk melakukan penanganan kasus suspek cacar monyet di Cilegon. Dinkes Banten harus siap siaga melakukan tindakan dan berkoordinasi dengan Kemenkes,” kata Al Muktabar kepada wartawan menyikapi informasi Kemenkes terkait hasil pemeriksaan kasus suspek cacar monyet di Banten, Jumat (12/8).
Ia melanjutkan, semua pihak harus siaga dan waspada meskipun wabah cacar monyet ini tidak seganas Covid-19.
“Banten harus mengambil tindakan cepat bila ada warga yang diduga mengalami gejala seperti wabah cacar monyet. Pencegahan harus dilakukan 24 jam agar tidak kecolongan,” tutur Al.
Sementara itu, Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, kasus suspek di Kota Cilegon belum mengarah terinfeksi cacar monyet sekalipun disebut suspek, pasien tersebut baru masuk kategori dicurigai cacar monyet.
“Dengan hasil pemeriksaan terakhir oleh Kemenkes, belum ditemukan kasus cacar monyet di Banten,” katanya.











