Al mengajak semua mahasiswa baru untuk berlomba-lomba menjadi SDM yang unggul, sehingga ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah. Dalam kesempatan itu, Al tidak menyinggung soal dugaan kasus perpeloncoan terhadap mahasiswa baru saat kegiatan pra PKKMB, yang membuat Kampus Untirta viral di media sosial.
“Bersama-sama adalah kata kunci. Kolaborasi penting dari berbagai tingkatan. Ini pesan saya buat para generasi muda khususnya mahasiswa baru Untirta, jadilah SDM unggul dan kolaboratif,” pungkasnya.
Sementara itu, Rektor Untirta Fatah Sulaiman mengatakan, pada saat ini semua sektor kehidupan telah memasuki era kolaborasi, sehingga kolaborasi dianggap sebagai keniscayaan untuk saling melengkapi dan menyelesaikan sebuah permasalahan. “Kolaborasi ini penting. Karena semua permasalahan harus ditangani oleh multidisiplin dan melibatkan banyak orang untuk saling mengisi dan menyempurnakan dalam semua aspek. Begitu juga dalam dunia pendidikan,” katanya.
Ia menambahkan, Untirta sebagai Perguruan Tinggi Negeri kebanggaan masyarakat Banten hingga saat ini terus melakukan kolaborasi dengan Pemprov Banten, terutama pemgembangan SDM generasi muda.
“Mahasiswa baru harus menyiapkan diri untuk mengikuti konsep implementasi kampus merdeka, merdeka belajar. Itu sebagai tools untuk mengisi kapasitas diri sebagai calon SDM yang unggul dan utuh,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua IKA Untirta Asep Abdullah Busro meminta Rektor Untirta beserta jajarannya tidak lalai dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap BEM/KBM Untirta. Tindakan preventif harus dilakukan untuk mengendalikan seluruh pelaksanaan kegiatan ospek atau PPKMB. “Kami minta pihak kampus memastikan kasus dugaan perpeloncoan terhadap mahasiswa baru saat pra ospek tidak terulang kembali, jangan sampai terjadi korban meninggal lagi seperti peristiwa meninggalnya mahasiswa Untirta pada Tahun 2021 dalam kegiatan salah satu UKM di Untirta yang lalai diawasi oleh Rektorat Untirta, “ katanya.
Keluarga Alumni Untirta, tambah Busro, mengapresiasi sikap kritis dari seluruh elemen masyarakat atas kasus dugaan perpeloncoan terhadap mahasiswa baru yang viral di medsos, sebagai bentuk kontrol sosial terhadap institusi pendidikan.
“Terlepas dari adanya dugaan perpeloncoan, IKA Untirta mengajak seluruh para mahasiswa baru, orang tua mahasiswa baru serta seluruh elemen masyarakat dapat memberikan kesempatan dan kepercayaan penuh kepada pihak Kampus Untirta, untuk dapat melakukan perbaikan dalam sistem penyelenggaraan pendidikan agar menjadi lebih baik sesuai ekspektasi masyarakat,” pungkasnya. (den/nda)











