PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkab Pandeglang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bakal kembali melakukan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Rencananya, seleksi akan dilakukan akhir 2022 dan ada 2.472 formasi, mayoritas khusus untuk tenaga pengajar atau guru.
Kepala BKPSDM Kabupaten Pandeglang Mochamad Amri mengakui pihaknya akan segera melakukan seleksi PPPK di akhir tahun 2022 ini. Namun, seleksi yang dilakukan akan berbeda dengan sebelumnya, karena yang akan mengikuti merupakan peserta tes P3K tahun 2021 yang gagal. “Tahun ini kita laksanakan, ya di akhir tahun dilaksanakannya,” katanya, Senin (10/10/2022).
Amri menerangkan, ribuan formasi tersebut khusus untuk tenaga pengajar atau guru tenaga kesehatan, dan tenaga teknis. Namun, kata dia, ada perbedaan pelaksanaan seleksi untuk tiga formasi tersebut, sesuai arahan dari Pemerintah Pusat.
“Kalau guru yang gagal seleksi pertama tetapi lolos passing grade, akan langsung pemberkasan. Kalau tidak lolos passing grade, akan dilakukan observasi. Sedangkan bagi tenaga kesehatan dan teknis akan dilakukan seleksi secara menggunakan sistem CAT (Computer Asisted Test),” katanya.
Amri mengatakan, seleksi PPPK yang akan dilakukan dk akhir tahun 2022 berbeda dengan seleksi yang akan dilakukan di tahun 2023 mendatang. “Jadi yang sekarang ini untuk mengakomodir yang gagal, bukan dari pemberkasan kemarin, beda lagi,” katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Promosi dan Rotasi BKPSDM Kabupaten Pandeglang Furkon mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk seleksi P3K yang akan dilakukan di akhir 2022 ini. Diantaranya, pelaksanaan pemberkasan sepenuhnya dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud). “Karena yang melakukam observasi langsung dari kepala sekolah bersangkutan, bukan lagi oleh BKPSDM,” katanya. (*)
Reporter : Adib
Editor: Abdul Rozak










