RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Banten fokuskan pendataan di masa kedaruratan pasca bencana gempa bumi dan banjir bandang yang menerjang lima Kecamatan di Kabupaten Lebak. Fokus pendataan pada jumlah korban, kerugian materil, serta jumlah bangunan yang rusak akibat bencana. Hingga saat ini, bencana tersebut dalam posisi kedaruratan tingkat Kabupaten.
sejak hari pertama terjadinya bencana itu, pihaknya sudah perintahkan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Banten bersama jajaran untuk terjun langsung ke lapangan.
“Laporan kondisi di lapangan dan apa saja yang sudah dilakukan secara berkala selalu saya minta. Sudah kita lakukan berbagai langkah untuk membantu saudara kita yang terkena musibah di sana, dan Alhamdulillah semua terkendali,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Nana Suryana mengatakan, sesuai intruksi Pj Gubernur Banten, BPBD Provinsi Banten langsung menerjunkan personilnya ke titik lokasi bencana untuk melakukan pendataan.
“Kabid Kedaruratan dan Logistik, Kasi Kedaruratan, Kasi kedaruratan beserta staf BPBD Provinsi Banten meninjau lokasi terdampak bencana banjir di wilayah Kabupaten Lebak,” kata Nana.
Diketahui, Hujan lebat yang turun selama 4 jam di sebagian besar Kabupaten Lebak pada hari Minggu (9/10) kemarin menyebabkan meluapnya sungai Cibareno, Cisiih, Cimadur, Cicantra, Peucang Pari dan Sungai Cibadak serta menyebabkan banjir di 5 Kecamatan, yakni Kecamatan Bayah, Cibeber, Panggarangan, Cilograng dan Cigemblong. (adv)











