LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar meninjau secara langsung lokasi bencana banjir di Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah. Ia didampingi Kepala Dinas PUPR Banten Arlan Marzan, dan Ketua DPRD Banten Andra Soni, Kamis 13 Oktober 2022.
Dalam kesempatan itu, Almuktabar melihat secara langsung kondisi para warga terdampak bencana dan jembatan yang terputus akibat terjangan sungai Cimadur pada Selasa (11/10) lalu itu.
Ia mengaku sudah memerintahan Kepala DPUPR Banten untuk secara langsung berkoordinasi dengan Kepala DPUPR Lebak perihal perbaikan dampak banjir dan longsor. Bencana itu sudah memutuskan akses jalan antara Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah dengan Desa Cimancak, Kecamatan Panggarangan.
Koordinasi harus dilakukan dengan cepat dan tepat mengingat pentingnya akses jembatan bagi warga di dua Desa itu.
“Jadi saya sudah menugaskan kepala DUPR Provinsi Banten untuk berkoordinasi dengan DPUPR Lebak dan saya juga sudah menelpon Bupati Lebak. Kalau melihat keadaan tadi maka diperlukan jembatan darurat, mungkin kita akan pinjam dari daerah lain dulu,” katanya.
Menurutnya, pembuatan jembatan darurat akan memerlukan waktu kurang lebih 2 sampai 3 bulan. Nantinya, jembatan itu akan membantu mobilitas dan menjadi solusi hubungan transportasi dampak bencana.
Dalam kesempatan itu, Almuktabar juga mendapatkan aspirasi dari para anak sekolah yang berharap perbaikan jembatan dapat dilakukan dengan cepat sehingga mereka bisa kembali berangkat sekolah dengan aman, nyaman, dan cepat.
“Makanya kita perlu percepatan jembatan darurat, agar anak anak kita bisa bersekolah sepeti biasa,” ucapnya.
Untuk sementara, pihaknya telah menyiapkan tali seling juga 3 perahu boat yang dapat digunakan sebagai sarana sementara untuk warga menyebrangi sungai Cimadur. Lebih jauhnya, perihal penanganan pasca bencana akan dibahas secara detail antara pihaknya dengan Pemda Lebak karena meninggat jembatan itu dibawah kewenangan Pemda Lebak.
Pihaknya juga akan melakukan inventarisir aset Pemerintah Provinsi Banten yang rusak akan bencana yang terjadi diwilayah Kabupaten Lebak itu.
“Jadi jika kesepakatannya itu merupakan jembatan darurat, maka kita akan bantu Pemda untuk meminjamkan jembatan darurat, dan mengongkosi mobilitasnya. Untuk teknis lebih detailnya kita akan bahas dengan ibu Bupati, karena jembatan ini kewenangannya daerah,” ucapnya.
Saat ini, ia ingin memastikan terlebih dahulu para warga terdampak bencana di Lebak bisa mendapatkan bantuan pemenuhan kebutuhan pokok, juga pelayanan kesehatan.
“Tadi kita juga lihat secara langsung dapur umum disana, kita lihat komposisi dari makanan itu ada bakwan, dan ayam. Saya ingin lihat apakah itu porsi kenyang apa setengah kenyang, dan ternyata itu versi kenyang,” pungkasnya.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: A Rozak











