“Tentu kita menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan dari Mahasiswa UI dalam kegiatan stunting ini. Selain di situ pemberdayaan masyarakat di situ dilibatkan dua komponen,” katanya.
Pertama itu kader posyandu sendiri dilatih dan kaitan tugasnya mereka. Seperti diketahui juga bahwa pengetahuan masyarakat di Kabupaten Pandeglang terhadap stunting masih rendah juga.
“Jadi banyak yang belum memahami stunting. Nah melalui kegiatan ini diharapkan bisa menambah kapasitas kader dalam kaitan memahami tentang stunting dan tugasnya ketika melaksanakan tugas sebagai kader,” katanya.
Lantaran kalau stunting ini yang fokus utama terutama di 1.000 hari pertama kehidupan. Jadi fungsi kader pendamping masyarakat dari mulai yang pertama hamil kemudian ibu hamil dengan bidan desanya, dengan puskesmas kemudian sampai melahirkan memantau tumbuh kembang anak di Posyandu.
“Jadi ini harus betul-betul dilakukan secara akurat bagaimana cara menimbang, bisa terjemahkan bisa memberikan edukasi juga kepada masyarakat yang mempunyai anak balita. Selain kader terutama ibu-ibu mempunyai anak balita khususnya yang berusia nol sampai dua tahun ini diberikan penyuluhan juga kaitan stunting,” katanya.
Tujuannya, agar nanti bisa lebih memahami penyebab dari stunting dan apa harus dilakukan, karena faktor dari pengasuhan juga besar peranannya. Bagaimana kemudian mereka dari mulai ibu hamil mencukupi gizinya tadi itu di 1.000 hari pertama kehidupan.
“Kemudian setelah lahir memberikan inisiasi menyusui asli eksklusif, sampai pemberian makanan tambahan dan makan makanan cukup secara gizi seimbang untuk anaknya. Dengan pemberian pengetahuan ini mudah mudahan masyarakat terutama ibu-ibu punya balita dan ibu hamil itu sendiri lebih memahami,” katanya.
Jadi lebih kepada mempersiapkan mereka dalam mengasuh anaknya lebih optimal. Sehingga diharapkan ke depan angka stunting di Kabupaten Pandeglang khususnya di Kecamatan Cigeulis akan semakin menurun.
“Dalam mewujudkan generasi Indonesia ke depan yang secara kualitas hidupnya lebih baik. Sehingga menjadi juga anak cerdas bisa bersaing juga kancah global termasuk internasional jadi memang diperlukan kegiatan bersama agar semua sektor untuk menangani stunting ini,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono












