PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tim Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat dari Program Studi Magister Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) berkolaborasi dengan Program Studi Doktor Ilmu Gizi FKUI mencanangkan Program Terintegrasi Canting (Cigeulis Atasi Stunting) di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis.
Program ini diselenggarakan melalui pendanaan hibah Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat UI yang bekerja sama dengan Pemkab Pandeglang.
Tema yang diusung adalah Pemberdayaan Masyarakat Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang.
Dosen sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan FKUI di Cigeulis, dr Erfi Prafiantini, M.Kes mengatakan, program ini diikuti oleh 34 kader Posyandu serta 53 ibu balita dan ibu hamil. Turut hadir Kades Banyuasih Iyat Sanjaya dan Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Cigeulis H. Endang Mulyadi, SKM.
“Program ini didedikasikan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader khususnya di Desa Banyuasih sebagai edukator bagi ibu dan calon ibu agar memahami masa penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi sejak dalam kandungan. Kesehatan dan gizi ibu hamil dan menyusui juga menjadi fokus agar optimal dalam menyediakan air susu ibu (ASI) dan MP (Makanan Pendamping) ASI bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin (31/10/2022).
Menurutnya, pemahaman akan pentingnya 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) diharapkan dapat menurunkan kejadian stunting pada anak.
Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak.
“Pertumbuhan tubuh yang berdampak pada kecerdasan anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir,” katanya.
Lebih lanjut, Erfi menjelaskan, kekurangan gizi dalam waktu lama itu terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak (1.000 hari pertama kelahiran).















