TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID -Sejumlah serikat buruh mendukung program Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang Selatan yang menggratiskan biaya SPP bagi anak buruh yang bersekolah di sekolah swasta (beasiswa).
Selain itu, program sembako murah juga mendapat apresiasi dari kaum buruh.
Menurut Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang SPSI Kota Tangsel Vanny Sompie, program tersebut dapat meringankan beban buruh yang saat ini terus tertekan oleh biaya hidup yang semakin tinggi.
“Kami menyambut baik program ini, karena bisa meringankan beban buruh,” ujar Vanny, Rabu, 2 November 2022.
Vanny mengungkapkan, program ini sendiri digulirkan setelah adanya pertemuan antara Disnaker Kota Tangsel, perwakilan buruh dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tangsel yang salah satu pembahasannya adalah kenaikan upah ditahun depan.
Dalam diskusi itu, pihaknya memprediksi kenaikan upah tahun depan tidak akan signifikan menekan biaya hidup buruh.
“Kita awalnya bicara soal kenaikan upah. Tahun ini belum bisa diharapkan dan kenaikannya tidak signifikan kalau mengacu pada aturan ya. Lalu bagaimana membantu daya beli buruh bisa terjaga? kami usulkan program ini, lalu program inipun diakomodir, ” jelasnya.
Sementara, Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Tangsel berharap beasiswa bagi anak buruh agar secepatnya terealisasi. Menurutnya sejauh yang ia ketahui, program ini baru sebatas wacana dan pihaknya belum menerima informasi kelanjutan dari program beasiswa ini.
“Syarat-syaratnyapun kita belum dapat ya. Formulirnya seperti apa. Kemarin baru sebatas wacana. Sampai hari ini kita belum dapat informasi yang akurat,” ujarnya.
Menurut Wahyu, pihaknya mendukung program beasiswa bagi anak buruh segera terealisasi. “Kita harapkan segera terealisasi sebab biaya SPP ini kan dibayar tiap bulan dan kami harap bulan ini sudah bisa digratiskan. Kalaupun belum, ya bulan depan tidak apa-apa,” jelasnya.
Anggota Apindo Kota Tangsel Bidang UMKM Henry S juga mendukung program beasiswa bagi anak buruh dan program sembako murah. Menurut Henry, program-program semacam ini menjadi alternatif saat menaikkan upah buruh dirasa cukup berat.
“Kita berdiskusi dengan teman-teman serikat buruh bahwa inflasi akan sangat tinggi, dan itu tidak mungkin dibarengi oleh kenaikan upah, karena berdampak PHK dan penutupan usaha,” jelasnya.
Dari situ sambungnya, pihaknya kemudian mencari solusi lain yang dapat membantu meringankan beban buruh. “Jadi pekerja berbicara mereka terkendala menyekolahkan anak mereka di sekolah swasta. Dari situ kemudian menjadi masukan, kemudian pemerintah sanggup memberi stimulus meringankan beban di sektor pendidikan,” jelasnya.
Terkait program sembako murah menurutnya sudah tepat digulirkan, sebab sembako menjadi salah satu aspek yang menyebabkan tingginya kenaikan inflasi.
“Dilihat dari permasalahan sebelumnya, kemudian ditetapkan beras, minyak goreng dan gula. Inilah paket sembako yang dibutuhkan oleh hampir seluruh pekerja,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemkot Tangsel melalui Disnaker Kota Tangsel menggulirkan program peningkatan kesejahteraan bagi buruh.
Terdapat dua program, di antaranya memberi bantuan pendidikan berupa beasiswa kepada seluruh anak buruh dan memberikan bantuan paket sembako murah.
Kepala Plt. Disnaker Kota Tangsel S. Maringan HS mengatakan, program peningkatan kesejahteraan bagi buruh ini merupakan usulan dari Serikat buruh yang diakomodir oleh Walikota Tangsel Benyamin Davnie dan Wakil Walikota Pilar Saga Ichsan.
Menurutnya, Disnaker Kota Tangsel kemudian diintruksikan untuk mengimplementasikan program ini bersama Dinas Pendidikan Kota Tangsel agar dapat dimanfaatkan oleh buruh.
“Info bantuan biaya pendidikan sudah terinformasi melalui Apindo, LKS tripartit dan Dewan Pengupahan Kota,” ujar Maringan.
Reporter: Syaiful Adha.











