CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Penerapan pemeriksaan bersama karantina dan bea cukai atau Single Sub Mission Joint Inspection-Quarantine Customs (SSm JI-QC) di kawasan Banten yakni Pelabuhan Ciwandan dan Cigading berhasil mengefisienkan waktu layanan 75 persen.
Hal ini merupakan hasil penataan ekosistem logistik pelabuhan di kawasan Banten, periode Juni 2020 hingga September 2022 oleh Lembaga INSW, Kementerian Keuangan yang dipaparkan oleh Kepala Karantina Pertanian Cilegon, Arum Kusnila Dewi.
Tidak hanya itu, dari data yang sama, Kepala Barantan Bambang juga menyebutkan penerapan pemeriksaan bersama yang telah diterapkan di kawasan telah terjadi penurunan biaya timbun dan pemeriksaan media pembawa (MP) sebesar 67 persen, atau Rp375 miliar.
“Alhamdulilah penerapan pemeriksaan bersama di kawasan pelabuhan Banten telah memberikan perubahan yang signifikan,” kata Bambang saat memberikan arahan pada Rapat Evaluasi Pelayanan Karantina Pertanian Terpadu dan Kolaborasi di Dalam Kawasan Banten, Selasa 8 November 2022 sore.
Menurut Bambang, saat ini pihaknya telah menerapkan SSm QC di 14 unit pelaksana teknis Karantina Pertanian diseluruh Indonesia. Lokasinya di pelabuhan, dan evaluasi akan terus dilakukan hingga akhir tahun 2022 nanti.
Diketahui, Tim Stranas PK telah melakukan evaluasi Implementasi Single Sub Mission Joint Inspection-Quarantine Customs (SSm JI-QC) di 14 lokasi pelabuhan.
Dengan aktivitas berupa kunjungan lapang ke area pelaksanaan SSm JI-QC di kawasan pelabuhan.
Dalam overview implementasi SSm QC di pelabuhan di kawasan Banten, sejauh ini sinergi kolaborasi entitas pelabuhan dikawasan Banten telah berjalan baik.
Kolaborasi ini telah memberikan kontribusi dalam percepatan dan transparansi layanan dan karantina. Pemilik barang hanya melakukan satu kali submit data terkait pemeriksaan melalui Sistem Indonesia Single Window (INSW), selanjutnya petugas karantina dan bea cukai akan melakukan pemeriksaan MP secara bersama-sama.
Pelabuhan Ciwandan dan Cigading merupakan salah satu dari 14 pelabuhan utama dalam implementasi SSm JI-QC dengan status penilaian telah mencapai progres aksi 2021-2022.
Perlu peningkatan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan seluruh stakeholder guna mewujudkan integrated port network. Adanya integrasi pelabuhan akan menciptakan pengembangan konektivitas dan percepatan standarisasi operasional.
“SSm JI-QC diperuntukan untuk memberikan kemudahan kepada pelaku usaha, memberi kepastian layanan pemerintah serta mendukung peningkatan daya saing pertanian,” pungkasnya. (*)
Reporter: Raju
Editor: Ahmad Lutfi











