CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Karantina Pertanian Cilegon ingin kegiatan ekspor produk pertanian di Banten tidak hanya dilakukan di dua pelabuhan.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi terkait penerapan digitalisasi terkolaborasi pelayanan ekspor dan impor di dalam kawasan Pelabuhan Banten pada wilayah kerja BKP Kelas II Cilegon, di aula kantor Krakatau International Port (KIP), Selasa 17 Januari 2023.
Kepala Karantina Pertanian Kelas II Cilegon, Arum Kusnila Dewi menjelaskan, pelabuhan yang membuka layanan ekspor impor di Banten untuk produk pertanian berupa biji maupun olahan saat ini baru ada di dua pelabuhan yakni Pelabuhan Pelindo II Ciwandan dan Pelabuhan KIP di Cigading.
Di mana pada tahun 2022 lalu, nilai ekspor komoditas pertanian yang melalui Karantina Pertanian Cilegon mencapai Rp3,2 triliun.
“Ini yang akan kita akselerasikan percepatan layanannya tidak hanya di dua pelabuhan tetapi juga di pelabuhan-pelabuhan khususnya yang melaksanakan ekspor impor produk-produk pertanian maupun produk-produk khusus,” ujar Arum.
Menurut Arum, perlu ada pelabuhan lain untuk kegiatan ekspor impor produk pertanian untuk meningkatkan pelayanan ekspor impor khususnya pada ekspor hasil pertanian.
Arum berharap dengan kolaborasi pelayanan dengan menggandeng KSOP dan swasta akan ada pelabuhan tambahan yang bisa memfasilitasi pengiriman ekspor hasil perikanan.











