SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Penerimaan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) yang terkumpul di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten Rp24,06 miliar per 15 Desember 2022.
Penerimaan itu sebesar 102,5 persen dari capaian target tahun ini dan Rp483 milIar dari pengumpulan Baznas se-Provinsi Banten.
Ketua Baznas Provinsi Banten Syibli Syarjaya mengatakan, penerimaan ZIS di Banten memang belum optimal karena masih banyak masyarakat yang belum membayar zakat ke Baznas.
“Potensi zakat di Banten sebenarnya Rp11,03 triliun,” ujar Syibli usai puncak acara Milad ke 20 Baznas Banten di aula kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten, Selasa 20 Desember 2022.
Syibli mengatakan, penghimpunan zakat di tahun pertama Baznas pada 2003 lalu Rp154,76 juta dan di tahun 2021 pihaknya telah menghimpun ZIS Rp23,36 miliar. Itu berarti, kesadaran umat Islam di Banten untuk menunaikan kewajiban zakatnya sesuai syariah dan peraturan perundang-undangan telah meningkat dengan baik.
Namun demikian, ia mengatakan, jumlah tersebut hanyalah 4,3 persen saja dari potensi zakat di Banten. Bahkan menurut hasil Pusat Kajian Strategis (PUSKAS) Baznas, potensi ZIS di Tanah Jawara ini Rp11,03 triliun.
“Tentu semua itu diperlukan upaya dan dukungan yang serius dari berbagai pihak agar realisasi pengumpulan zakat bisa mendekati potensinya,” ujar Syibli.
Di samping adanya peningkatan pengumpulan dana ZIS, ia mengungkapkan, pihaknya juga melakukan pendistribusian dana ZIS. Dengan meningkatnya pengumpulan dana ZIS berdampak kepada peningkatan pendistribusian dana ZIS.
Ia mengatakan, melalui Milad ke 20 ini, Baznas telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan pendistribusian dan pendayagunaan dana ZIS untuk masyarakat Banten.
“Antara lain melalui program bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dakwah, dan advokasi dengan tetap memperhatikan aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI,” tuturnya.
Syibli mengatakan, di Milad ke 20 ini, Baznas ikut berkiprah dalam membangun daerah Banten melalui pemberdayaan dan penanggulangan kemiskinan bagi masyarakat Banten. Selama 20 tahun tersebut dari tahun ke tahun Baznas dalam pengelolaan zakat selalu mengalami perubahan-perubahan, baik secara regulasi, peraturan dan perundang-undangan, serta peningkatan di bidang pengumpulan dan pendistribusian.
Ia mengatakan, efek multiplier dari pendistribusian dan pendayagunaan zakat sangat besar. Efek tersebut akan semakin membesar sebanding dengan besarnya jumlah zakat yang didistribusikan dan didayagunakan. Oleh karena itu menjadi sangat penting untuk memperbesar jumlah zakat yang dikumpulkan.
Tahun depan, lanjutnya, dengan target Rp26 miliar, pihaknya akan menyisir perusahaan-perusahaan yang ada di Banten untuk berzakat melalui Baznas. Selama ini, jumlah perusahaan yang menyalurkan zakatnya melalui Baznas masih kecil.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan kabupaten/kota termasuk Disnakertrans (Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi-red),” tuturnya.
Sementara itu, Mulyadi selaku Wakil Ketua IV sekaligus Ketua Pelaksana Milad 20 tahun Baznas Banten mengatakan, peringatan Milad dilaksanakan dalam rangka menciptakan sebuah pergerakan perubahan Baznas Banten ke depan agar lebih meningkatkan kualitas, komunikasi, dan koordinasi kepada stakeholder untuk membangun masyarakat Banten yang sejahtera dan berdayaguna.
“Kami yakin, ketika sinergitas antara Baznas, intansi pemerintah, lembaga, dan perusahaan dapat mengoptimalkan dana ZIS, DSKL, dan CSR dalam pemberdayaan dan penanggulangan kemiskinan akan lebih efektif dan efesien,” ujarnya.
Reporter: Rostina
Editor : Mastur











