Namun, truk yang membawa material galian itu melintasi Lingkungan Bentola, Kelurahan Bulakan.
Menurut Anwar, masyarakat mengeluhkan debu dari truk tersebut, kemudian, di lingkungan yang dilintasi truk itu ramai oleh aktivitas anak-anak sekolah.
“Masyarakat jadi terganggu, imbas debu juga menyebabkan banyak yang gatal. Jadi ini respon ketidaknyamanan masyarakat dari aktivitas truk,” ujarnya.
Masyarakat sudah meminta kepada pengusaha yang bersangkutan untuk tidak membawa material melintasi lingkungan tersebut, namun sampai saat ini masih terjadi.
Lurah Bulakan Nuriyana menjelaskan, aksi itu merupakan bentuk protes masyarakat terhadap aktivitas truk pengangkut material pasir.











